DIPLOMASI PUBLIK INDONESIA dalam PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN ANAK PMI di SABAH: ADVOKASI REGIONAL, dan TANTANGAN DIPLOMATIK
Muhd. Khairul, Prof. Dr. Siti Mutiah Setiawati,M.A
2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Strategi diplomasi publik Indonesia untuk menjamin hak pendidikan anak
pekerja migran Indonesia di Sabah, Malaysia, mencakup pendirian sekolah
Indonesia, pusat pembelajaran komunitas, program penempatan guru, dan bantuan
repatriasi. Upaya ini bertujuan memajukan tujuan kemanusiaan, memperkuat
legitimasi domestik, dan mempromosikan norma pendidikan inklusif dalam kerangka
regional. Beroperasi dalam hubungan bilateral yang kompleks dengan Malaysia,
strategi ini menyeimbangkan kepentingan nasional dan dinamika regional. Namun,
kebijakan imigrasi yang ketat, prinsip non-interferensi regional, resistensi
administratif, dan keterbatasan sumber daya domestik menjadi tantangan
signifikan. Melalui analisis kualitatif, peran ganda Indonesia sebagai aktor
independen yang merespons ekspektasi domestik dan kolaborator regional yang
memajukan norma kolektif terlihat jelas. Rekomendasi mencakup revisi perjanjian
bilateral, peningkatan alokasi sumber daya domestik, pembentukan koalisi
regional, dan penguatan kapasitas diplomatik untuk memastikan akses pendidikan
yang berkelanjutan bagi anak migran.
Indonesia’s public diplomacy strategies to
ensure educational rights for children of Indonesian migrant workers in Sabah,
Malaysia, utilize initiatives such as Indonesian schools, community learning
centers, teacher deployment programs, and repatriation assistance. These
efforts aim to advance humanitarian objectives, reinforce domestic legitimacy,
and promote inclusive education norms within the regional framework. Operating
within a complex bilateral relationship with Malaysia, these strategies balance
national interests and regional dynamics. However, restrictive immigration
policies, regional non-interference principles, administrative resistance, and
limited domestic resources pose significant challenges. Through qualitative
analysis, Indonesia’s dual role as an independent actor addressing domestic
expectations and a regional collaborator fostering collective norms is evident.
Recommendations include revising bilateral agreements, increasing domestic
resource allocation, forming regional coalitions, and enhancing diplomatic
capacity to ensure sustainable educational access for migrant children.
Kata Kunci : Diplomasi Publik, Peran Nasional, Pendidikan Migran, Hubungan Bilateral, Kerja Sama Regional, Kebijakan Kemanusiaan, Keterbatasan Sumber Daya, Public Diplomacy, National Role, Migrant Education, Bilateral Relations, Regional Cooperation, Humanitarian Pol