Pengaruh Pupuk Kandang Terhadap Populasi Bakteri Amonifikasi dan Kadar Amonium di Bawah Tegakan Acacia auriculiformis
Anjani Ulya Salma, Dr. Ir. Handojo Hadi Nurjanto, M.Agr.Sc., IPU; Dr. Arom Figyantika, S.Hut., M.Sc
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Kesuburan tanah merupakan salah satu faktor penting dalam keberlanjutan pertumbuhan tanaman, yang dapat dipengaruhi oleh kandungan bahan organic dan aktivitas mikroorganisme tanah. Salah satu indikator kesuburan tanah adalah keberadaan bakteri amonifikasi dan kadar amonium (NH4+). Bakteri amonifikasi berperan dalam proses dekomposisi bahan organik menjadi senyawa amonium yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk kandang terhadap populasi bakteri amonifikasi dan kadar ammonium di bawah tegakan formis umur 9 bulan pada tiga kedalaman tanah.
Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Dosis pupuk kandang sapi yang digunakan 0 kg, 1 kg, 2 kg dan 3 kg. Sampel tanah diambil pada tegakan formis pada 3 kedalaman yaitu 0-10 cm, 10-20 cm, dan 20-30 cm. Penghitungan populasi bakteri amonifikasi dengan metode MPN dan kadar amonium tanah dengan spektofotometer UV-Vis yang dilakukan di Laboratorium Fisiologi Pohon dan Tanah Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada.
Hasil penelitian menunjukkan pupuk kandang tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap populasi bakteri amonifikasi dan kadar amonium tanah. Dosis 0 kg dan 1 kg menunjukkan populasi bakteri amonifikasi dan kadar ammonium tanah yang lebih tinggi dari dosis 2 kg dan 3 kg. Populasi bakteri amonifikasi dan kadar amonium tanah menurun seiring dengan bertambahnya kedalaman tanah.
Soil fertility is one of the important factors in the sustainability of plant growth, which can be influenced by the content of organic matter and the activity of soil microorganisms. One indicator of soil fertility is the presence of ammonification bacteria and ammonium content (NH4+). Ammonification bacteria play a role in the process of decomposition of organic matter into ammonium compounds that can be utilized by plants. This study aims to analyze the effect of manure application on the population of ammonification bacteria and ammonium content under 9 month old formis stands at three soil depths.
The research was conducted from December 2024 to March 2025. Doses of cow manure used were 0 kg, 1 kg, 2 kg and 3 kg. Soil samples were taken under formis stands at three depths: 0-10 cm, 10-20 cm, and 20-30 cm. Population counts of ammonification bacteria with MPN method and soil ammonium content with Uv-Vis Spectophotometer were conducted at the Laboratory of Forest Tree and Soil Physiology, Faculty of Forestry, Gadjah Mada University.
The results showed that manure did not have a significant effect on the population of ammonification bacteria and ammonium content in the soil. Doses of 0 kg and 1 kg showed higher population of ammonification bacteria and ammonium content. The population of ammonification bacteria and ammonium content decreased with increasing soil depth.
Kata Kunci : Pupuk kandang, Acacia auriculiformis, bakteri amonifikasi, kadar amonium; Manure, Acacia auriculiformis, ammonification bacteria, ammonium content