Dekat di Layar, Dekat di Hati: Ketika Kesesuaian dengan Pemengaruh Memicu Pembelian Konsumen
Elisa Lintang Ratri Arianna, Dr. Sahid Susilo Nugroho, M.Sc.
2025 | Skripsi | MANAJEMEN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kongruensi antara pemengaruh dan pengikut sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara atribut kredibilitas pemengaruh terhadap perilaku pembelian pengikut. Objek penelitian ini adalah pemengaruh kecantikan pada media sosial Instagram. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan berhasil mendapatkan 233 responden yang merupakan pengikut aktif dan pernah melihat konten kecantikan lip product pemengaruh kecantikan di Instagram dalam satu tahun terakhir, berusia 18–45 tahun, dan berdomisili di Pulau Jawa. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode SEM-PLS dengan bantuan aplikasi SmartPLS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tiga dari empat indikator penilaian kredibilitas pemengaruh, yaitu pengalaman, sifat dapat dipercaya, dan daya tarik pemengaruh berpengaruh positif terhadap perilaku pembelian pengikut, sedangkan kegunaan konten pemengaruh tidak berpengaruh positif. Selanjutnya, kongruensi antara pemengaruh dan pengikut memoderasi secara positif hubungan antara sifat dapat dipercaya dan kegunaan konten pemengaruh terhadap perilaku pembelian pengikut, tetapi tidak memoderasi secara positif hubungan antara pengalaman dan daya tarik pemengaruh terhadap perilaku pembelian pengikut.
This study aims to analyze the role of influencer-follower congruence as a moderating variable in the relationship between influencer credibility attributes and follower purchase behavior. The object of this research is beauty influencers on the social media platform Instagram. The study was conducted using a quantitative approach through a survey method, successfully obtained 233 respondents who are active followers of beauty influencers, have seen lip product beauty content promoted by the influencer within the past year, aged 18–45 years, and lived on the island of Java. This study uses non-probability sampling with a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using the SEM-PLS method with the assistance of the SmartPLS application.
The results of the study show that three out of four influencer credibility attributes, which are experience, trustworthiness, and attractiveness, have a positive influence on follower purchase behavior, while influencer’s content usefulness does not show a significant positive effect. Furthermore, influencer-follower congruence positively moderates the relationship between influencer’s trustworthiness and content usefulness on purchase behavior but does not positively moderate the relationship between influencer’s experience and attractiveness on purchase behavior.
Kata Kunci : kongruensi antara pemengaruh dan pengikut, kredibilitas pemengaruh, pemengaruh kecantikan, perilaku pembelian/beauty influencer, influencer-follower congruence, influencer credibility, purchase behavior.