Simulasi Perpindahan Panas dan Massa pada Buah Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) selama Penyimpanan dengan Geometri Aktual berbasis Computational Fluid Dynamics
Neyreza Arviana Putri, Dr. Ir. Devi Yuni Susanti, S.T.P., M.Sc., IPU. ASEAN Eng., APEC Eng.; Bayu Nugraha, S.T.P., M.Sc., Ph.D., IPM.
2025 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN
Buah salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) memiliki sifat yang mudah
rusak setelah dipanen yang dapat menurunkan mutu buah. Evaluasi kualitas
menjadi hal yang krusial untuk diperhatikan, terutama dalam hal perubahan suhu
dan kadar air yang dapat memengaruhi mutu buah karena salak menjadi komoditas
ekspor unggulan di Indonesia. Pengetahuan mengenai fenomena perpindahan panas
dan massa selama penyimpanan menjadi hal yang sangat penting untuk upaya
menjaga kualitas dan memperpanjang massa simpan. Teknik evaluasi ini dapat
dilakukan secara non-destruktif melalui pendekatan secara komputasi untuk
mendapatkan informasi mengenai kondisi penyimpanan yang optimal. Penelitian
ini bertujuan untuk (i) membangun model Computational Fluid Dynamics (CFD)
yang dapat mensimulasikan distribusi suhu dan kadar air buah salak; (ii) menganalis
pengaruh variasi suhu dan kelembapan relatif (RH) ruangan penyimpanan serta
geometri buah terhadap perubahan suhu, kadar air, susut bobot, dan kelembapan
efektif air buah; dan (iii) validasi model prediksi dengan eksperimen. Komputasi
perpindahan panas dan massa dilakukan dengan menggunakan software COMSOL
Multiphysics dalam bentuk model Computational Fluid Dynamics (CFD). CFD
digunakan untuk menentukan kondisi penyimpanan dengan suhu dan RH ruangan
penyimpanan yang divariasikan (8°C dan 90%, 18°C dan 85%, 25°C dan 80%).
Penelitian ini juga dilakukan pada lima geometri salak dengan ukuran yang
berbeda-beda. Semakin tinggi suhu penyimpanan, maka waktu yang dibutuhkan
untuk distribusi suhu yang merata lebih cepat, kadar air menurun, susut bobot
meningkat dan difusivitas efektif air juga meningkat. Sementara itu, perbedaan
geometri belum mampu memprediksi perubahan parameter selama penyimpanan.
Suhu, susut bobot, dan kadar air buah digunakan untuk validasi. Suhu buah salak
yang diprediksi menunjukkan hasil yang kuat dengan data eksperimen yang
memiliki nilai error yang cukup rendah. Sementara itu, susut bobot menunjukkan
nilai signifikansi sebesar 0,987 dan kadar air sebesar 0,001. Model ini dapat
dikembangkan menjadi digital twins untuk mengontrol proses penyimpanan dengan
menggunakan masukan terukur berupa kondisi penyimpanan seperti suhu dan kadar
air.
Snake fruit (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) has properties that make it prone
to spoilage after harvesting, which can reduce fruit quality. Quality evaluation is
crucial, especially in terms of changes in temperature and moisture content that can
affect fruit quality, as snake fruit is a leading export commodity in Indonesia.
Understanding the phenomena of heat and mass transfer during storage is vital for
maintaining quality and extending shelf life. This evaluation technique can be
performed non-destructively through computational approaches to obtain
information on optimal storage conditions. This study aims to (i) develop a
Computational Fluid Dynamics (CFD) model capable of simulating temperature
and moisture content distribution in snake fruit; (ii) analyze the effects of variations
in storage room temperature and relative humidity (RH), as well as fruit geometry,
on changes in temperature, moisture content, weight loss, and effective moisture
content of the fruit; and (iii) validate the predictive model through experiments.
Heat and mass transfer calculations were performed using COMSOL Multiphysics
software in the form of a Computational Fluid Dynamics (CFD) model. CFD was
used to determine storage conditions with varying storage room temperatures and
RH (8°C and 90%, 18°C and 85%, 25°C and 80%). This study was also conducted
on five different geometries of snake fruit with varying sizes. As storage
temperature increases, the time required for uniform temperature distribution
decreases, water content decreases, weight loss increases, and effective water
diffusivity also increases. Meanwhile, geometric differences were unable to predict
parameter changes during storage. Temperature, weight loss, and moisture content
of the fruit were used for validation. The predicted temperature of snake fruit shows
strong results with experimental data that has a fairly low error value. Meanwhile,
weight loss shows a significance value of 0.987 and moisture content of 0.001. This
model can be developed into digital twins to control the storage process using
measurable inputs such as storage conditions like temperature and moisture content.
Kata Kunci : Salak, evaluasi kualitas, perpindahan panas dan massa, Computational Fluid Dynamics