Laporkan Masalah

Menyingkap Wujud Agensi Pendamping Kasus Kekerasan Seksual di Universitas Gadjah Mada

Amellya Putri Kaharu, Milda Longgeita Br. Pinem, S.Sos., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Data menunjukkan tingginya angka kekerasan seksual di institusi pendidikan, mendorong perlunya analisis mendalam tentang peran pendamping dalam merespons kasus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wujud agensi pendamping dalam menangani kekerasan seksual di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan menggunakan Teorisasi Agensi Feminis yang menekankan agen sebagai subjek aktif guna merespons dominasi atas struktur sosial patriarkis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 7 informan, terdiri dari 6 pendamping dan 1 penyintas. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Data temuan dianalisis menggunakan deskriptif tematik. Temuan penelitian mengungkap empat bentuk agensi pendamping: (1) Pengalamam pendampingan yang melahirkan kesadaran diri atas dominasi patriarki dalam reproduksi kekerasan seksual; (2) Respon emosional pendamping melalui motivasi untuk merespon realitas kekerasan seksual; (3) Respon aksiologis pendamping; kemampuan mengakses sumber daya, bentuk-bentuk pendampingan yang diberikan, dan kemampuan menghadapi tantangan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual; dan (4) Perubahan di level individu dan sistem, baik dalam diri pendamping maupun lebih meluas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agensi pendamping memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi struktural yang nyata. Maka dari itu, perlu adanya penguatan kapasitas pendamping, penggalakan upaya promotif-preventif, serta perluasan jejaring antar lembaga untuk memperkuat sistem dukungan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Sexual violence remains a serious issue in Indonesia, including within higher education institutions. Data indicates a high prevalence of sexual violence in educational settings, necessitating an in-depth analysis of the role of support providers in responding to such cases. This study aims to identify the manifestations of agency among support providers handling sexual violence cases at Universitas Gadjah Mada (UGM) using Feminist Agency Theory, which emphasizes agents as active subjects responding to domination within patriarchal social structures. The research employs a case study methodology with data collection techniques including in-depth interviews with 7 informants (6 support providers and 1 survivor), supplemented by document analysis, observation, and literature review. Findings were analyzed using thematic descriptive analysis. The study reveals four forms of support provider agency: (1) Support experience fostering self-awareness of patriarchal dominance in the reproduction of sexual violence; (2) Emotional response through motivation to address the reality of sexual violence; (3) Axiological response: the ability to access resources, forms of support provided, and capacity to confront challenges in preventing and addressing sexual violence; and (4) Changes at individual and systemic levels, both within the support providers themselves and more broadly. This research concludes that the agency of support providers plays a strategic role in driving tangible structural transformation. Consequently, strengthening the capacity of support providers, intensifying promotive-preventive efforts, and expanding inter-institutional networks are crucial to reinforce the support system for preventing and addressing sexual violence.

Kata Kunci : kekerasan seksual, agensi feminis, pendampingan, patriarki, perguruan tinggi

  1. S1-2025-482150-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482150-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482150-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482150-title.pdf