Exploring Digital Natives’ Perceived Risk and Benefit (An Exploratory Study of Perceptions Toward Personalized Instagram Ads)
Verissa Lavanya Taim, Syafrizal, S.I.P., M.A.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Studi ini mengeksplorasi persepsi generasi digital terhadap iklan yang dipersonalisasi di Instagram, dengan fokus pada keseimbangan antara risiko dan manfaat yang mereka rasakan. Dengan menggunakan Teori Kalkulus Privasi sebagai landasan, penelitian ini menelusuri bagaimana pengguna mempertimbangkan antara risiko dan manfaat yang mereka persepsikan terkait dengan iklan yang dipersonalisasi di Instagram. Melalui wawancara kualitatif semi-terstruktur dengan generasi digital, pengiklan, dan akademisi, studi ini memberikan wawasan mendalam mengenai persepsi mereka terhadap pertukaran (trade-off) tersebut. Temuan menunjukkan bahwa meskipun generasi digital menyadari adanya risiko yang mungkin timbul, manfaat yang mereka rasakan sering kali lebih besar daripada kekhawatiran tersebut, terutama ketika personalisasi dianggap sebagai solusi dalam pengambilan keputusan—memberikan kemudahan dan efisiensi waktu, dengan 60?ri generasi digital lebih condong pada manfaat dibandingkan risiko. Para pengiklan dan akademisi memandang bahwa persepsi risiko di kalangan generasi digital merupakan isu mendesak yang perlu diperbaiki, meskipun mereka sepakat bahwa pendekatan iklan ini memiliki peran penting. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman yang lebih rinci mengenai persepsi generasi digital, pengiklan, dan akademisi terhadap penggunaan iklan yang dipersonalisasi di Instagram, sekaligus mengisi celah penelitian yang ada di Indonesia.
This study explores digital natives’ perceptions of personalized advertisements on Instagram, focusing on the balance between perceived risks and benefits. Guided by the Privacy Calculus Theory, the research investigates how users weigh the perceived risk and benefit associated with personalized ads on Instagram. Employing qualitative semi-structured interviews with digital natives, advertisers, and academicians, the study provides in-depth insights into their trade-off perceptions. Findings indicate that while digital natives recognize the risks that could appear, the perceived benefit often outweigh concerns when personalization serves as a decision making solution—bringing ease and time efficiency, with 60% of digital natives inclined more on the benefit rather than risk. Advertisers and academicians have perceived the perceived risk among digital natives as an urgent issue that should be improved, even though they agree with the vital use of this advertising approach. These results contribute to understanding a detailed perception of digital natives, advertisers, and academicians in utilizing personalized advertisement on Instagram supporting the research gap in Indonesia.
Kata Kunci : personalized advertisement, instagram, digital natives, perceived risk, perceived benefit