Laporkan Masalah

KINETIKA EKSTRAKSI DAN KARAKTERISTIK FISIK EKSTRAK KENTAL PEGAGAN (Centella asiatica L.) DENGAN METODE MASERASI DAN ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION

Catur Septian Rivaldi, Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P.; Dr. Ir. Devi Yuni Susanti, S.T.P., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng

2025 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Pegagan (Centella asiatica L.) merupakan tanaman obat yang kaya akan senyawa aktif dan berpotensi sebagai bahan baku produk herbal. Pegagan diekstraksi dengan metode maserasi selama 24 jam dan ultrasonic-assisted extraction (UAE) selama 15 menit dengan pelarut etanol 96% serta dilanjutkan dengan proses evaporasi menggunakan vacuum rotary evaporator dengan suhu 50°C dan tekanan 200-100 mmHg. Dalam penelitian ini, evaluasi parameter sifat fisik bubuk pegagan seperti densitas curah, kadar air, warna dan ukuran partikel dilakukan untuk mengetahui kelayakan sebagai bahan baku ekstraksi. Kinetika penguapan volume etanol dianalisis dengan kinetika orde 1, sedangkan kinetika densitas dan warna ekstrak pegagan dianalisis dengan kinetika avrami. Selain itu, ekstrak kental pegagan hasil evaporasi dianalisis rendemen, warna, kadar air, dan kadar abunya. Hasil didapatkan bahwa karakteristik fisik bubuk pegagan memenuhi kelayakan sebagai bahan baku ekstraksi. Secara kinetika, metode UAE menunjukkan laju peningkatan densitas dan perubahan warna yang lebih cepat, sedangkan maserasi menunjukkan laju penguapan pelarut yang lebih cepat. Model metode maserasi memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan dengan model metode UAE dengan nilai R2 lebih tinggi dan nilai RMSE dan SSE yang lebih rendah. Metode UAE menghasilkan rendemen ekstrak lebih tinggi, warna ekstrak yang lebih cerah dan hijau, serta kadar air dan abu ekstrak kental hasil lebih rendah. Uji T-test menunjukkan nilai p <0>

Centella asiatica L. (pegagan) is a medicinal plant rich in bioactive compounds, making it a promising raw material for herbal products. Extraction was conducted using maceration for 24 hours and ultrasonic-assisted extraction (UAE) for 15 minutes with 96% ethanol solvent, followed by evaporation using a vacuum rotary evaporator at 50°C and 200–100 mmHg pressure. This study evaluated the physical properties of pegagan powder including bulk density, moisture content, color, and particle size to assess its feasibility as an extraction feedstock. The kinetics of ethanol volume evaporation were analyzed using first-order kinetics, while changes in extract density and color were modeled using Avrami kinetics. Additionally, the viscous extract obtained post-evaporation was analyzed for yield, color, moisture content, and ash content. The results showed that the physical characteristics of pegagan powder met the criteria for extraction suitability. Kinetically, the UAE method exhibited a faster rate of density increase and color change, whereas maceration resulted in a faster solvent evaporation rate. The maceration model demonstrated higher accuracy than the UAE model, with higher R2 values and lower RMSE and SSE scores. UAE produced a higher extract yield, brighter green coloration, and lower moisture and ash content in the final concentrated extract. A T-test with p?<?0.05 indicated a statistically significant difference between the two extraction methods.

Kata Kunci : Kata kunci: Centella asiatica L., maserasi, UAE, rendemen, warna, densitas, kadar air, kadar abu, kinetika orde 1 dan avrami.

  1. S1-2025-478335-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478335-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478335-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478335-title.pdf