Peran Parentifikasi terhadap Kecenderungan Perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) pada Dewasa Muda
Farah Alifah Rahmani, Riangga Novrianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Perilaku menyakiti diri sendiri tanpa niat bunuh diri (NSSI) banyak ditemukan pada dewasa muda, dan salah satu faktor pemicunya adalah lingkungan keluarga yang kurang berfungsi dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan parentifikasi, di mana anak mengambil peran pengasuhan orang tua, sehingga menimbulkan beban dan tekanan psikologis. Meskipun demikian, kajian mengenai hubungan antara parentifikasi dan NSSI pada dewasa muda masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran parentifikasi terhadap kecenderungan perilaku NSSI pada dewasa muda. Sebanyak 151 partisipan memenuhi kriteria inklusi yang di antaranya berusia 18–25 tahun, memiliki pengalaman NSSI, memiliki saudara kandung, dan memiliki tanggung jawab pengasuhan dalam keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Inventory of Statement about Self-Injury (ISAS) dan Parentification Inventory (PI). Data dianalisis dengan teknik regresi sederhana dan berganda menggunakan perangkat Jamovi. Hasil menunjukkan bahwa parentifikasi secara signifikan mempengaruhi kecenderungan perilaku NSSI. Penelitian ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan beban pengasuhan dalam keluarga sebagai faktor psikososial dalam upaya pencegahan dan intervensi awal terhadap perilaku NSSI pada dewasa muda.
Non-suicidal self-injury (NSSI) is frequently occurs in young adults, and a dysfunctional family environment has been recognized as a significant risk factor. This condition may lead to parentification, where a child takes on parental caregiving roles, resulting in psychological burden and emotional pressure. Nevertheless, research on the relationship between parentification and NSSI in young adults remains understudied. This study aims to examine the role of parentification in predicting NSSI behavior among young adults. A total of 151 participants met the inclusion criteria, including being aged 18–25 years, having a history of NSSI, having siblings, and having caregiving responsibilities within the family. Data were collected using the Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) and the Parentification Inventory (PI). Data was analyzed using simple linear regression and multiple linear regression analysis using Jamovi software. Results indicated that parentification significantly predict NSSI behavior. The present study emphasizes the importance of taking into account caregiving burdens within the family as a psychosocial factor in the prevention and early intervention of NSSI among young adults.
Kata Kunci : non-suicidal self-injury, nssi, parentifikasi, dewasa muda