Analisis Perbaikan Tegangan pada Gardu Distribusi SPT115 di UP3 Teluk Naga Tangerang
Rosa Joanda Putri, Dr. Ir. Avrin Nur Widiastuti, S.T., M.Eng., IPM.; Dr. Ir. M. Isnaeni Bambang Setyonegoro, M.T.
2025 | Skripsi | TEKNIK ELEKTRO
Energi listrik merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat
modern yang menunjang seluruh aktivitas, baik di sektor rumah tangga maupun
industri. Untuk memastikan kualitas pelayanan listrik yang baik, tegangan yang
diterima oleh pelanggan harus berada dalam batas toleransi yang telah
ditetapkan oleh SPLN, yaitu +5% hingga -10?ri tegangan nominal. Namun, dalam
praktiknya sering terjadi penurunan tegangan (drop voltage), terutama pada
jaringan distribusi, akibat berbagai gangguan selama proses penyaluran energi.
Jatuh tegangan umumnya terjadi pada pelanggan yang berlokasi jauh dari sumber
tegangan. Permasalahan ini ditemukan pada gardu distribusi SPT115 di wilayah
Banten yang memiliki kapasitas 400 kVA, di mana dua penyulang menunjukkan
tegangan ujung pelanggan hanya berada pada kisaran 170–190 V, berada di
bawah standar minimum yang telah ditetapkan oleh PLN. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis permasalahan jatuh tegangan pada gardu distribusi SPT115
serta mengevaluasi efektivitas beberapa solusi teknis dalam meningkatkan profil
tegangan. Solusi yang diuji meliputi rekonfigurasi jaringan, penyisipan
transformator, dan pengaturan tap pada trafo distribusi. Pengujian dilakukan
dengan bantuan perangkat lunak ETAP versi 19.0.1, menggunakan data lapangan
yang telah dikumpulkan sebelumnya. Simulasi dilaksanakan pada dua kondisi
waktu, yaitu siang dan malam, guna merepresentasikan variasi beban harian yang
terjadi pada sistem distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi
antara penyisipan transformator dan pengaturan tap trafo mampu memberikan
perbaikan profil tegangan yang paling optimal. Penyisipan transformator
meningkatkan tegangan pada titik-titik akhir jaringan, sementara penyesuaian
tap pada trafo eksisting mencegah terjadinya tegangan lebih (overvoltage) pada
beberapa pelanggan yang disuplai. Kombinasi kedua metode ini menghasilkan
tegangan yang berada dalam rentang standar PLN, yaitu 198 V hingga 231 V.
Electrical energy is a fundamental need
for modern society that supports all activities, both in the household and
industrial sectors. To ensure good quality of electricity service, the voltage
received by customers must be within the tolerance limits set by SPLN, which is
+5% to -10% of the nominal voltage. However, in practice, voltage drops (drop
voltage) often occur, especially in the distribution network, due to various
disturbances during the energy delivery process. Voltage drops generally occur
in customers located far from the voltage source. This problem was found at the
SPT115 distribution substation in the Banten area, which has a capacity of 400
kVA, where two feeders showed that the voltage at the end of the line was only
in the range of 170–190 V, which is below the minimum standard set by PLN. This
study aims to analyze the voltage drop problem at the SPT115 distribution
substation and evaluate the effectiveness of several technical solutions in
improving the voltage profile. The tested solutions include network
reconfiguration, transformer insertion, and tap adjustment on the distribution
transformer. The testing was carried out using the ETAP software version
19.0.1, based on field data that had been previously collected. The simulation
was conducted under two time conditions, namely daytime and nighttime, to
represent daily load variations in the distribution system. The results of the
study show that the combination of transformer insertion and tap adjustment on
the transformer provides the most optimal improvement in voltage profile.
Transformer insertion increases the voltage at the end points of the network,
while tap adjustment on the existing transformer prevents the occurrence of
overvoltage in several supplied customers. This combination results in voltage
values that fall within the PLN standard range, namely 198 V to 231 V.
Kata Kunci : Jatuh Tegangan, Transformator Distribusi, Solusi Teknis, Jaringan Distribusi Listrik, ETAP