Analisis Perubahan Mobilitas Berbasis Active Mobile Positioning Data terhadap Curah Hujan
Siti Hashifah Qatrunnada, Ir. Azkario Rizky Pratama, S.T., M.Eng., Ph.D.; Widyawan, S.T., M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | TEKNOLOGI INFORMASI
Sebagai negara kepulauan yang rentan terhadap perubahan
iklim, Indonesia membutuhkan pendekatan berbasis data untuk memahami dampak
lingkungan terhadap aktivitas manusia. Penggunaan data GPS telah banyak
diterapkan dalam studi mobilitas dan terbukti efektif dalam merekam pola
pergerakan. Salah satu sumber data yang yang dapat digunakan adalah Mobile
Positioning Data (MPD) aktif, yaitu data pergerakan individu yang direkam
melalui sinyal perangkat seluler. MPD aktif memiliki keunggulan berupa volume
data yang besar dan karakteristik multitemporal sehingga memungkinkan analisis
mobilitas dalam rentang waktu yang beragam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh curah
hujan terhadap pola mobilitas manusia di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
dengan memanfaatkan data MPD aktif. Tahapan penelitian meliputi preprocessing
data, segmentasi perjalanan, konstruksi data origin-destination (OD), serta
analisis karakteristik dasar mobilitas dan indikator jaringan mobilitas.
Hasil analisis korelasi sederhana menunjukkan bahwa hubungan
linier antara curah hujan dan jumlah perjalanan harian cenderung lemah. Oleh
karena itu, dilakukan pendekatan alternatif melalui perbandingan antara hari
hujan dan tidak hujan. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan intensitas dan
cakupan mobilitas pada hari hujan. Penurunan ini terlihat dari indikator
jaringan yang menunjukkan melemahnya konektivitas, berkurangnya intensitas
pergerakan, serta menurunnya keterjangkauan antar wilayah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa data MPD aktif merupakan
alat yang efektif untuk mengamati dinamika mobilitas masyarakat dalam konteks
perubahan cuaca. Temuan ini membuka peluang penerapan pendekatan serupa pada
studi-studi mobilitas lainnya yang berbasis data spasial dan bersifat
kontekstual.
As an archipelagic country highly vulnerable to climate
change, Indonesia requires data-driven approaches to understand the
environmental impacts on human activities. The use of GPS data has been widely
applied in mobility studies and has proven effective in capturing movement
patterns. Active Mobile Positioning Data (MPD) is one example of spatial
mobility data, which records individual movements by tracking cellular signals.
Active MPD offers advantages such as large data volume and multitemporal
characteristics, enabling mobility analysis across various time frames.
This study aims to analyze the impact of rainfall on human
mobility patterns in the Special Region of Yogyakarta (DIY) by utilizing active
MPD. The research process involves data preprocessing, trip segmentation,
origin-destination (OD) construction, and analysis of basic mobility
characteristics and mobility network indicators.
The results of a simple correlation analysis show that the
linear relationship between rainfall and the number of daily trips tends to be
weak. Therefore, an alternative approach was employed by comparing rainy and
non-rainy days. The results indicate a decline in mobility intensity and
coverage on rainy days. This decrease is reflected in network indicators, which
show weakened connectivity, reduced movement intensity, and decreased
accessibility between areas.
This study demonstrates that active MPD is an effective tool
for observing the dynamics of human mobility in the context of weather changes.
These findings highlight the potential for applying similar approaches in other
spatially-based and context-sensitive mobility studies.
Kata Kunci : mobile positioning data, mobilitas manusia, curah hujan, data origin-destination, jaringan moiblitas