Manajemen Konten Media Sosial untuk Edukasi Literasi Digital: Studi Kasus Manajemen Konten Media Sosial @cfds_ugm dan @digitalsociety_id oleh Center for Digital Society
I Komang Restu Adi M. Surta, Acniah Damayanti, S.I.P., M.Sc.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Perkembangan teknologi digital telah berkontribusi pada peningkatan akses informasi dan efisiensi komunikasi, namun juga diiringi oleh maraknya penyalahgunaan, seperti penipuan digital, pelanggaran privasi, serta penyebaran hoaks secara masif. Berbagai persoalan tersebut bermuara pada satu faktor utama, yakni rendahnya kemampuan literasi digital. Center for Digital Society (CfDS) sebagai pusat studi di bawah naungan Fisipol UGM memiliki komitmen dalam mendorong edukasi peningkatan literasi digital melalui berbagai inisiatif, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik manajemen konten media sosial yang dilakukan CfDS pada akun Instagram @cfds_ugm dan TikTok @digitalsociety_id untuk edukasi literasi digital, dengan menggunakan kerangka manajemen media sosial dari Confetto dan Siano. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen media sosial CfDS mencakup tiga tahap utama: penentuan sumber daya dan identitas konten, formulasi dan produksi konten, serta distribusi dan evaluasi konten. Dalam implementasinya, CfDS menekankan strategi penyampaian pesan konten edukatif yang tidak kaku dan terlalu formal, berdasarkan ruang lingkup konsep empat pilar literasi digital, dengan menyesuaikan gaya komunikasi terhadap karakteristik dan pola konsumsi audiens di masing-masing platform media sosial.
The development of digital technology has contributed to increased access to information and more efficient communication. However, it has also been accompanied by widespread misuse, such as digital fraud, privacy violations, and the massive spread of hoaxes. These various issues can be traced back to one main factor: the low level of digital literacy. Center for Digital Society (CfDS), a research center under the Faculty of Social and Political Sciences at Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), is committed to promoting digital literacy education through various initiatives, one of which is the use of social media. This study aims to examine the social media content management practices of CfDS through its Instagram account (@cfds_ugm) and TikTok account (@digitalsociety_id) in educating the public about digital literacy, using the social media management framework developed by Confetto and Siano. This research employs a case study method with data collection techniques including interviews, observations, and literature review. The findings show that CfDS’s social media content management practices consist of three main stages: determining resources and content identity, content formulation and production, and content distribution and evaluation. In its implementation, CfDS emphasizes an educational message delivery strategy that is not rigid or overly formal, based on the scope of the four-pillar digital literacy framework, while adapting different communication styles to the characteristics and consumption patterns of audiences on each social media platform.
Kata Kunci : Manajemen konten, Media sosial, Center for Digital Society (CfDS), Edukasi literasi digital