Partisipasi Masyarakat Terhadap Program Rehabilitasi Mangrove di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Asya Anggi Islamidah, Ir. Prasetyo Nugroho, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM
2025 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN
Rehabilitasi mangrove merupakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia bersama dengan BRGM dengan target 600.000 hektar sampai tahun 2024. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan rehabilitasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam aktivitas dan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan penanaman pada program rehabilitasi mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi untuk mengumpulkan studi dokumentasi dan pengambilan data kuisioner di Desa Batu Ampar. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkatan partisipasi masyarakat berada pada tingkatan tokenism. Selain itu, terdapat perbedaan tingkat partisipasi masyarakat, yaitu masyarakat yang tergabung dengan LPHD dengan kategori tinggi (78,18%) dan masyarakat yang tidak tergabung dalam anggota LPHD dengan kategori rendah (36,54%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan kuat dengan keterlibatan masyarakat. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperlukan upaya peningkatan partisipasi masyarakat Desa Batu Ampar melalui penyusunan strategi yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi mangrove.
Mangrove rehabilitation is a program initiated by the Government of Indonesia in partnership with BRGM, with the goal to restore 600,000 hectares of mangroves nationwide by 2024. One of the factors that contributes to the success of mangrove rehabilitation is community participation. This study aims to determine the variety of activities and levels of community participation in planting activities in the mangrove rehabilitation program. Methodology of data collection for this study was observation and questionnaire data in Batu Ampar Village. According to the study's findings, community participation is at the tokenism level. Furthermore, there are disparities in the degree of community involvement, particularly between the high category (78,18%) and low category (36,54%) villages that are members of LPHD Batu Ampar and those that were not included. This study also demonstrates the substantial correlation between community participation and knowledge for individuals. The analysis's findings indicate that in order to improve community participation in Batu Ampar Village, suitable plans for carrying out mangrove restoration initiatives must be developed.
Kata Kunci : Hutan mangrove, rehabilitasi hutan, partisipasi masyarakat