Laporkan Masalah

Evaluasi Yield Grade, Kualitas Fisikokimia, Mikrostruktur, dan Profil Asam Lemak Daging Domba yang Diberi Ransum Berbasis Bungkil Nyamplung (Calophyllum inophyllum)

Hasna Dyan Azkaratri, Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., IPM., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Ir. Chusnul Hanim, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik karkas, kualitas fisikokimia, mikrostruktur, dan profil asam lemak daging domba yang diberi ransum berbasis bungkil nyamplung sebagai sumber protein. Perlakuan pakan yang digunakan meliputi hijauan dan ransum konsentrat berbasis bungkil nyamplung pada level 0% sebagai kontrol, 15%, 30%, dan 30?ngan suplementasi berupa premix mineral. Semua perlakuan pakan diformulasikan isonitrogen dan isoenergi sesuai kebutuhan harian domba umur 6-8 bulan. Domba ekor tipis jantan sebanyak 20 ekor yang telah diberi perlakuan selama tiga bulan dipotong pada bobot rata-rata 22,65 kg. Setiap perlakuan menggunakan 5 ekor domba sebagai ulangan. Pada akhir fase pemeliharaan domba dipotong dan daging dikoleksi untuk analisis laboratorium. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan prosedur General Linear Model (GLM) pada perangkat lunak SAS. Setiap kelompok perlakuan memiliki rerata bobot domba yang sama dengan mempertimbangkan bobot badan awal sebagai faktor pembatas kelompok (block). Pada evaluasi karkas, penggunaan bungkil nyamplung 30% menghasilkan presentase karkas paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya (p<0>Boneless Closely Trimmed Retail Cuts (BTCRC) yang lebih tinggi dibandingkan kontrol (p<0>unsaturated fatty acid (UFA) yang lebih tinggi dengan kandungan saturated fatty acid (SFA) yang lebih rendah dibandingkan kontrol (p<0>

This study aimed to evaluate the carcass characteristics, physicochemical quality, microstructure, and fatty acid profile of lamb meat fed with a tamanu kernel cake (TKC) (Calophyllum inophyllum) as a protein source. The dietary treatments consisted of forage and concentrate rations with TKC at 0% (control), 15%, 30%, and 30% with additional mineral premix supplementation. All dietary treatments were formulated to be isonitrogenous and isoenergetic, meeting the daily nutritional requirements of lambs aged 6–8 months. A total of 20 male thin-tailed lambs were used in this study, and after three months of feeding, the animals were slaughtered at an average body weight of 22.65 kg. Each treatment group included five lambs as replicates. At the end of the feeding trial, the lambs were slaughtered, and meat samples were collected for laboratory analyses. The obtained data were statistically analyzed using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with the General Linear Model (GLM) procedure in SAS software. Treatment groups were balanced for average body weight, considering initial body weight as the blocking factor. In the yield grade evaluation, the 30% TKC resulted in the highest carcass percentage compared to other treatments (p<0>

Kata Kunci : Yield grade, kualitas daging, bungkil nyamplung, mikrostruktur daging.

  1. S2-2025-530525-abstract.pdf  
  2. S2-2025-530525-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-530525-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-530525-title.pdf