Laporkan Masalah

Analisis Manajemen Risiko pada Pengelolaan Arsip Audiovisual di LPP TVRI Stasiun D. I. Yogyakarta

Diptia Jubela Kusuma, Irfan Rizky Darajat, S.I.P., M.A.

2025 | Tugas Akhir | D4 Pengelolaan Arsip Rekaman Informasi

Lembaga penyiaran publik hadir untuk menjalankan fungsi pelayanan publik, yaitu dalam rangka mengembangkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan membantu masyarakat memahami identitasnya melalui pemahaman yang lebih baik terhadap dunia. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, lembaga penyiaran publik menciptakan arsip audiovisual. Pelestarian arsip audiovisual di lembaga penyiaran menghadapi tantangan unik, seperti degradasi media dan keusangan format. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis manajemen risiko pada pengelolaan arsip audiovisual di TVRI Stasiun D. I. Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengambilan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi pustaka dilaksanakan melalui pencarian dan pembandingan informasi dari berbagai sumber yang relevan. Observasi dilakukan di Lembaga Penyiaran Publik TVRI Stasiun      D. I. Yogyakarta, tepatnya pada unit kerja Programing dan Penata Acara, subunit kerja Dokumentasi dan Kepustakaan. Wawancara dilakukan kepada unit pengelola risiko dan pegawai pengelola arsip audiovisual TVRI Stasiun D. I. Yogyakarta. Studi dokumentasi dilakukan dengan membaca dan menganalisis dokumen resmi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko pada pengelolaan arsip audiovisual di LPP TVRI Stasiun D. I. Yogyakarta belum dilaksanakan secara komprehensif dan sistemik. Manajemen risiko di TVRI Stasiun  D. I. Yogyakarta masih perlu diperkuat melalui penyusunan kebijakan internal yang berbasis analisis risiko, peningkatan kapasitas SDM, serta pembentukan mekanisme evaluasi berkelanjutan terhadap kondisi arsip audiovisual, sehingga manajemen risiko bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan memori kolektif bangsa melalui arsip audiovisual.

Public broadcasting institutions exist to fulfill public service functions, namely to develop knowledge, broaden perspectives, and help society understand its identity through a better understanding of the world. In carrying out their duties and functions, public broadcasting institutions create audiovisual archives. Preserving audiovisual archives in broadcasting institutions faces unique challenges, such as media degradation and format obsolescence. This research aims to examine risk management in audiovisual archives management at TVRI Special Region of Yogyakarta Station. A qualitative approach with case study methodology was employed. Data collection techniques included literature review, observation, interviews, and documentation. The literature review was conducted by searching and comparing information from relevant sources. Observations took place at TVRI Yogyakarta Station, specifically within the Programming and Scheduling Unit, Documentation and Archives Subunit. Interviews were conducted with risk management personnel and audiovisual archive staff at TVRI Yogyakarta Station. Documentary studies involved analyzing official documents. The findings indicate that risk management implementation for audiovisual archives at TVRI Yogyakarta Station has not been executed comprehensively or systematically. Risk management at TVRI Yogyakarta Station requires strengthening through risk analysis-based internal policy formulation, human resource capacity building, and establishing continuous evaluation mechanisms for audiovisual archive conditions. Thus, risk management should transcend mere administrative compliance and serve as a vital foundation for preserving national collective memory through audiovisual archives.

Kata Kunci : Manajemen Risiko, Arsip Audiovisual, Preservasi, Lembaga Penyiaran Publik, TVRI

  1. D4-2025-474435-abstract.pdf  
  2. D4-2025-474435-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-474435-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-474435-title.pdf