Budaya Kelompok Paguyuban Swabantu Luhur Jiwo untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kalurahan Sidoluhur Kapanewon Godean Kabupaten Sleman
Arsya Pradhipta Nuryan Siwi, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.; Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D.; Dr. Arifudin, S.P., M.P.
2025 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan nasional yang memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kelompok penyandang disabilitas, khususnya Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP), termasuk kelompok rentan yang sering terabaikan dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang berkelanjutan. Paguyuban Luhur Jiwo di Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, menjadi contoh implementasi pemberdayaan ODDP dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan melalui pendekatan partisipatif. Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif, peran budaya kelompok menjadi aspek penting yang tidak dapat diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis budaya kelompok dalam upaya ketahanan pangan di Paguyuban Luhur Jiwo, 2) Menganalisis keterkaitan budaya kelompok dengan upaya ketahanan pangan di Paguyuban Luhur Jiwo. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan pada delapan informan. Hasil peneltian menunjukkan bahwa budaya kelompok di Paguyuban Luhur Jiwo cenderung kuat dalam dimensi Group dengan kombinasi antara egalitarianisme dan hierarki. Budaya egalitarianisme tampak melalui keterlibatan aktif anggota dalam kegiatan yang bersifat partisipatif, kolaboratif, dan berbasis musyawarah. Sedangkan budaya hierarki terlihat dalam pengelolaan isu-isu sensitif yang membutuhkan pengambilan keputusan terstruktur. Ketahanan pangan di Paguyuban Luhur Jiwo ditopang oleh empat pilar utama yaitu ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas pangan, yang masing-masingnya dipengaruhi oleh dinamika budaya kelompok egalitarianisme dan/atau hierarki.
Food security is a strategic issue in national development that is closely related to improving the quality of human resources. People with disabilities, especially People with Psychosocial Disabilities (ODDP), are among the vulnerable groups that are often overlooked in fulfilling sustainable food needs. Paguyuban Luhur Jiwo in Sidoluhur Village, Kapanewon Godean, Sleman Regency, is an example of the implementation of ODDP empowerment in order to improve food security through a participatory approach. In an effort to realize inclusive food security, the role of group culture is an important aspect that cannot be ignored. This research aims to 1) Analyze group culture in food security efforts in Paguyuban Luhur Jiwo, 2) Analyze the relationship between group culture and food security efforts in the Luhur Jiwo Association. The research method used is descriptive analysis with a qualitative approach. Data were collected using observation, in-depth interviews, documentation studies, and literature studies on eight informants. The results showed that group culture in Paguyuban Luhur Jiwo tends to be strong in the Group dimension with a combination of egalitarianism and hierarchy. The egalitarianism culture is seen through the active involvement of members in participatory, collaborative, and deliberation-based activities. Meanwhile, hierarchical culture is seen in the management of sensitive issues that require structured decision-making. Food security in Paguyuban Luhur Jiwo is supported by four main pillars, namely food availability, accessibility, utilization and stability, each of which is influenced by the dynamics of egalitarianism and/or hierarchical group culture.
Kata Kunci : Budaya Kelompok, Egalitarianisme, Hierarki, Ketahanan Pangan, ODDP