Laporkan Masalah

Analisis Risiko Rantai Pasokan pada Industri Gerabah pada PT. Timboel

LUCKY CHEZARIO PANGESTU, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M.,PhD., CFP.

2025 | Skripsi | MANAJEMEN

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko pada rantai pasok industri gerabah di PT Timboel, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kerajinan yang berbasis di Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Dengan menggunakan metode House of Risk (HOR), penelitian ini memetakan rantai pasok perusahaan, mengidentifikasi peristiwa risiko dan penyebabnya, serta merumuskan strategi mitigasi prioritas. Model rantai pasok yang digunakan PT Timboel adalah make to order, di mana produksi dilakukan setelah menerima pesanan dari konsumen. Hasil analisis menemukan 7 peristiwa risiko dengan 16 penyebab risiko, di mana 7 di antaranya merupakan penyebab risiko prioritas, seperti risiko geopolitik, usia tenaga kerja yang lanjut, rendahnya minat generasi muda terhadap kerajinan, fluktuasi harga bahan baku, harga pesaing yang lebih murah, gangguan cuaca, dan tidak adanya pelatihan atau regenerasi. Untuk memitigasi risiko-risiko tersebut, dirumuskan sepuluh strategi, antara lain penguatan peran institusi pelatihan, pembuatan alur informasi yang jelas dengan pihak logistik, transfer pengetahuan ke generasi muda, diversifikasi pemasok dan rute pengiriman, pelatihan rutin tenaga kerja, serta peningkatan kualitas dan diferensiasi produk. Temuan ini menekankan pentingnya strategi yang responsif dan prediktif dalam menghadapi tantangan modern untuk menjaga keberlanjutan industri tradisional. 

This study aims to identify and mitigate supply chain risks in the pottery industry at PT Timboel, craft-based company located in Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Using the House of Risk (HOR) method, the study maps the company's supply chain, identifies potential risk events and their causes, and formulates priority mitigation strategies. The supply chain model used by PT Timboel is make to order, where production begins after customer orders are received. The analysis identified 7 risk events with 16 risk agents, of which 7 are considered priority risk agents, including geopolitical issues, aging labor force, low interest of younger generations in handicrafts, fluctuating raw material prices, cheaper competitors, weather disruptions, and lack of training or regeneration. To mitigate these risks, ten strategies were proposed, such as enhancing the role of training institutions, creating a clear flow of information with logistics partners, conducting knowledge transfer to younger generations, diversifying suppliers and shipping routes, providing regular employee training, and improving product quality and design differentiation. The findings emphasize the importance of responsive and predictive risk strategies to support the sustainability of traditional industries facing modern challenges.

Kata Kunci : supply chain risk, House of Risk, pottery industry, PT Timboel, risk mitigation, SME, Kasongan.

  1. S1-2025-458440-abstract.pdf  
  2. S1-2025-458440-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-458440-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-458440-title.pdf