Aplikasi Edible Coating Berbasis Kitosan-Gelatin pada Buah Pepaya Potong Segar: Studi Kasus di PT XYZ
Cikha Ananda Prasetyaningtyas, Dr. Eng. Annie Mufyda Rahmatika, S.T., M.T.
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengembangan Produk Agroindustri
Meningkatnya permintaan terhadap buah potong segar
mendorong pelaku ritel seperti PT XYZ untuk
menghadirkan produk siap konsumsi, salah satunya buah pepaya (Carica papaya
L.). Sebagai buah klimaterik, pepaya memiliki masa simpan pendek yang
menyebabkan perusahaan hanya memberikan batas konsumsi selama satu hari setelah
pemotongan. Pengemasan menggunakan plastic wrapping memang melindungi
produk dari paparan langsung udara, namun tidak cukup efektif dalam
mempertahankan kualitas dan menimbulkan potensi limbah makanan lebih besar.
Penelitian ini mengkaji penggunaan edible coating berbahan kitosan dan
gelatin sebagai alternatif pelapis alami yang aman dikonsumsi untuk
memperpanjang mutu fisik pepaya potong.
Variasi
konsentrasi yang diuji terdiri dari kitosan 1?n 1,5% serta gelatin 0%, 2,5%,
dan 5%. Pengamatan dilakukan terhadap parameter susut bobot, kekerasan, warna,
kenampakan, dan kadar gas (O? dan CO?) dalam kemasan (headspace) selama
penyimpanan suhu ruang (23?°C) dan dingin (4–8?°C) selama tiga hari penyimpanan
yaitu hari ke-0, 1, 2, dan 3. Hasil menunjukkan bahwa edible coating
mampu memperlambat penurunan mutu. Formulasi optimal
dengan komposisi K1,5G5 (Kitosan 1?n Gelatin 5%) terbukti paling efektif
menekan susut bobot hingga 2,34?n mempertahankan kekerasan 0,24% lebih baik
dibanding kontrol selama penyimpanan suhu ruang.
Kemudian, penentuan formulasi terbaik dilakukan menggunakan metode Analytical
Hierarchy Process (AHP) berdasarkan bobot penilaian panelis industri
terhadap empat atribut mutu. Kombinasi K1,5G5 (Kitosan
1?n Gelatin 5%) teridentifikasi sebagai formulasi paling optimal
dengan skor total paling tinggi sebesar 6,000. Formulasi ini berpotensi
diterapkan secara nyata dalam sistem penjualan buah potong di ritel modern.
The
increasing demand for fresh-cut fruits has encouraged retail businesses (PT
XYZ) to provide ready-to-eat products, including papaya (Carica papaya L.). As
a climacteric fruit, papaya exhibits a short shelf life, which compels
retailers to limit its consumption period to only one day post-cutting. While
plastic wrapping offers a degree of protection against direct air exposure, it
is insufficient in maintaining overall quality and may contribute to greater
food waste. This study investigates the application of an edible coating
composed of chitosan and gelatin as a natural, consumable alternative aimed at
extending the physical quality of fresh-cut papaya.
The
coating formulations tested involved variations of 1% and 1,5% chitosan,
combined with 0%, 2,5%, and 5% gelatin. Evaluations were conducted on
parameters including weight loss, hardness, color, visual appearance, and gas
concentration (O?
and CO?)
within the package headspace, under both ambient (23?°C) and cold storage
(4–8?°C) conditions across a three-day period (Day 0, 1, 2, and 3). The
findings indicated that the edible coating effectively delayed quality
deterioration. The optimal formulation comprising 1,5% chitosan and 5% gelatin
(K1,5G5) was the most effective in minimizing weight loss (reduced by up to
2,34%) and maintaining hardness (by 0,24?tter than the control) during
ambient storage. Furthermore, the selection of the best formulation was
determined using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, which
integrated industry panelist assessments across four quality attributes. The
K1,5G5 formulation achieved the highest overall score of 6.000, identifying it
as the most optimal combination. This formulation demonstrates promising
potential for practical application in the modern retail system for fresh-cut
fruit sales.
Kata Kunci : edible coating, gelatin, pepaya potong, kitosan, produk buah segar