Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penundaan Operasi Elektif Dan Pengaruhnya Terhadap Luaran Klinis Serta Biaya Langsung Pada Pasien Kaki Diabetes Di Rsud Besuki
Lilys Suzanna, Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS., FISQua
2025 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar Belakang: Penundaan operasi elektif merupakan masalah yang signifikan di banyak
rumah sakit, termasuk di RSUD Besuki. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap
kualitas pelayanan kesehatan dan pengalaman pasien, khususnya pada pasien
dengan kaki diabetes. Penundaan tindakan operatif pada kelompok ini berisiko
meningkatkan komplikasi, memperpanjang masa rawat inap, serta menambah beban
biaya perawatan.
Metode: Penelitian
ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Convergent Parallel,
yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif secara simultan. Data
kuantitatif diperoleh dari 184 pasien kaki diabetes yang menjalani tindakan
debridement, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui Focus Group Discussion
(FGD) untuk mengeksplorasi konteks dan persepsi penyebab penundaan.
Hasil: Analisis
menunjukkan bahwa faktor administrasi/logistik memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap penundaan operasi elektif (p = 0.000), sementara faktor
pasien (p = 0.116) dan faktor medis (p = 0.260) tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan. Penundaan operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap luaran
klinis seperti kendali infeksi dan target metabolik (p = 0.086, R² = 0.016).
Namun, penundaan tersebut secara signifikan meningkatkan biaya langsung
perawatan (p = 0.000, F = 104.070, R² = 0.364), menunjukkan bahwa semakin lama
penundaan, semakin besar biaya yang harus ditanggung.
Kesimpulan: Penundaan
operasi elektif tidak berdampak signifikan terhadap luaran klinis pasien kaki
diabetes, namun secara nyata meningkatkan beban biaya langsung. Temuan ini
menekankan pentingnya perbaikan sistem logistik dan manajemen alur operasi
elektif untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan rumah sakit.
Background:
Delays in elective surgery represent a significant issue in many hospitals,
including Besuki District General Hospital. Such delays can negatively impact
the quality of healthcare services and patient experience, particularly among
patients with diabetic foot. Postponing surgical intervention in this group
poses risks of increased complications, prolonged length of stay, and higher
treatment costs.
Methods:
This study employed a mixed-methods approach using a Convergent Parallel
design, combining quantitative and qualitative data simultaneously.
Quantitative data were obtained from 184 diabetic foot patients undergoing
debridement, while qualitative data were collected through Focus Group
Discussions (FGDs) to explore the context and perceptions of the causes of
delays.
Results:
The analysis showed that administrative/logistical factors had a significant
influence on elective surgery delays (p = 0.000), whereas patient-related
factors (p = 0.116) and medical factors (p = 0.260) did not demonstrate
significant effects. Surgery delays did not significantly affect clinical
outcomes such as infection control and metabolic targets (p = 0.086, R² =
0.016). However, delays were found to significantly increase direct treatment
costs (p = 0.000, F = 104.070, R² = 0.364), indicating that the longer the
delay, the higher the costs incurred.
Conclusion:
Delays in elective surgery did not significantly impact clinical outcomes in
diabetic foot patients but substantially increased direct treatment costs.
These findings highlight the importance of improving logistics and elective
surgery workflow management to enhance hospital service efficiency and
effectiveness.
Kata Kunci : Biaya langsung, dampak luaran klinis, faktor administrasi/logistik, faktor medis, faktor pasien, penundaan operasi elektif