Potensi Serapan Gas Karbon Dioksida pada Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Universitas Gadjah Mada
Eva Hanafia Azzahro, Prof. Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc., IPU.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Potensi Serapan Gas Karbon Dioksida Pada Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Universitas Gadjah Mada
Eva Hanafia Azzahro1, Ris Hadi Purwanto2
Peningkatan emisi gas
karbon dioksida menjadi penyebab utama perubahan iklim. RTH berperan penting
dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan CO2. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi jenis dan luas penggunaan lahan di kawasan Universitas
Gadjah Mada (UGM), mengestimasi potensi biomassa, simpanan C, dan serapan CO2dari RTH, serta membandingkan kemampuan serapan CO2 antara pohon berfilosofi budaya dan pohon non filosofi.
Pemetaan jenis
penggunaan lahan dan RTH dilakukan dengan interpretasi visual foto udara, metode
sampling untuk pengambilan data yaitu stratified random sampling,
pengukuran vegetasi untuk estimasi simpanan karbon dengan non-destructive
sampling dan analisis biomassa menggunakan persamaan alometrik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kawasan kampus UGM terdiri dari 12 jenis
penggunaan lahan, meliputi bangunan (53,70 ha), hutan kota (3,15 ha), taman
kota (5,30 ha), jalur hijau (7,55 ha), kebun (1,05 ha), lahan perkerasan (42,48
ha), lahan tidur (0,55 ha), lapangan olahraga (4,25 ha), taman parkir (4,30 ha),
taman pekarangan (34,97 ha), tubuh air (1,62 ha) dan sempadan sungai (3,67 ha).
Jenis RTH meliputi RTH Taman dan Hutan Kota (8,45 ha), RTH Jalur Hijau (7,55
ha), RTH Pekarangan (45,11 ha), dan RTH Fungsi Tertentu (3,67 ha). Jenis RTH
Jalur Hijau mampu memiliki potensi tertinggi dengan nilai biomassa 333,05
ton/ha; simpanan karbon 156,53 ton/ha; dan serapan gas CO2 574,48
ton/ha. Total potensi simpanan karbon oleh RTH UGM sebesar 86,27 ton/ha yang
termasuk kategori sedang. Potensi
biomassa, simpanan karbon, dan serapan gas CO2 dari pohon
berfilosofi lebih rendah dibandingkan pohon biasa, masing-masing sebesar 37,65
ton/ha; 17,70 ton/ha; dan 64,95 ton/ha.
Temuan ini menegaskan peran strategis RTH kampus UGM dalam mendukung konsep green campus sekaligus melestarikan nilai budaya. Potensi RTH perlu dioptimalkan melalui berbagai upaya, salah satunya dengan pengayaan jenis pohon berdaya serap CO2 tinggi dan pohon bernilai filosofi.
Kata Kunci: Ruang
Terbuka Hijau, serapan karbon, biomassa, green campus, nilai filosofis
budaya
Carbon Dioxide
Sequestration Potential in Green Open Spaces at Gadjah Mada University
Eva Hanafia Azzahro1,
Ris Hadi Purwanto2
The increase in carbon dioxide emissions is a major contributor to climate change. Green Open Spaces (GOS) play a crucial role in mitigating climate change by absorbing CO2. This study aims to identify the types and areas of land use at Universitas Gadjah Mada (UGM), estimate the biomass potential, carbon storage, and CO2 absorption capacity of GOS, and compare the CO2 absorption ability between culturally symbolic trees and non-symbolic trees.
Land use and GOS types were mapped using visual
interpretation of aerial photographs. Stratified random sampling was employed
for data collection, and non-destructive sampling was used for vegetation
measurement to estimate carbon storage, with biomass analysis conducted using
allometric equations. The results show that the UGM campus comprises 12 types
of land use: buildings (53.70 ha), urban forests (3.15 ha), city parks (5.30
ha), green paths (7.55 ha), gardens (1.05 ha), paved land (42.48 ha), idle land
(0.55 ha), sports fields (4.25 ha), parking areas (4.30 ha), yard parks (34.97
ha), water bodies (1.62 ha), and riverbanks (3.67 ha). GOS types include park
and urban forest (8.45 ha), green paths (7.55 ha), home gardens (45.11 ha), and
function-specific spaces (3.67 ha). Among these, green paths had the highest
potential with biomass at 333.05 tons/ha, carbon stock at 156.53 tons/ha, and CO2 absorption at 574.48 tons/ha. The total carbon storage potential of UGM's
GOS was 86.27 tons/ha, classified as moderate. The biomass, carbon storage, and CO2 absorption potentials of culturally symbolic trees were lower than those of
ordinary trees, at 37.65 tons/ha, 17.70 tons/ha, and 64.95 tons/ha,
respectively.
These findings highlight the strategic role of UGM’s green open spaces (GOS) in supporting the green campus concept while preserving cultural values. The potential of GOS should be optimized through various efforts, including the enrichment of high CO2-absorbing and culturally symbolic tree species.
Keywords: Green Open Spaces, carbon
sequestration, biomass, green campus, cultural philosophy
Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, serapan karbon, biomassa, green campus, nilai filosofis budaya