Laporkan Masalah

DINAMIKA RESPONS NEGARA-NEGARA ASIA TENGGARA TERHADAP PROYEKSI KEKUATAN OLEH CHINA PERIODE 2002-2012 DALAM LENSA “COMPLEX INTERDEPENDENCE”

Muhammad Aydin Farrell, Dr Randy Wirasta Nandyatama, S.I.P., M.Sc.

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Kebangkitan China sebagai kekuatan global pada awal abad ke-21 membawa implikasi signifikan terhadap tatanan internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Melalui pendekatan ekonomi, diplomasi, dan militer, China memperluas pengaruhnya ke negara-negara di kawasan tersebut, termasuk Vietnam dan Kamboja. Fenomena ini menimbulkan berbagai respons yang mencerminkan kepentingan strategis, kondisi domestik, serta dinamika hubungan historis masing-masing negara. Dalam konteks tersebut, penelitian ini berfokus pada analisis respons Vietnam dan Kamboja terhadap proyeksi kekuatan China selama periode 2002–2012.

Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan teori “Complex Interdependence” yang dikembangkan oleh Robert Keohane dan Joseph Nye. Teori ini menantang pendekatan dominasi oleh realis dalam hubungan internasional dengan menekankan pentingnya saling ketergantungan lintas sektor antarnegara. Tiga indikator utama digunakan dalam analisis: banyaknya saluran interaksi (multiple channels), absennya hierarki dalam berbagai isu (absence of hierarchy among issues), dan menurunnya penggunaan kekuatan militer (decline in the use of military force).

Skripsi ini disusun dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode studi deskriptif untuk mempelajari dinamika hubungan Vietnam-China dan Kamboja-China. Dengan menganalisis interaksi dalam bidang ekonomi, politik, sosial-budaya, dan keamanan, studi ini berupaya dalam menampilkan pemahaman menyeluruh mengenai pola interdependensi dan bagaimana masing-masing negara memposisikan diri terhadap kebangkitan China. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian hubungan internasional kontemporer di kawasan Asia Tenggara.


China's rise as a global power in the early 21st century had significant implications for the international order, particularly in Southeast Asia. Through economic, diplomatic, and military approaches, China has expanded its influence to countries in the region, including Vietnam and Cambodia. The phenomenon has elicited various responses that reflect the strategic interests, domestic conditions, and historical dynamics of each country. In this context, the research focuses on analyzing Vietnam and Cambodia's responses to China's power projection during the period 2002–2012. 

This research uses the “Complex Interdependence” theory developed by Robert Keohane and Joseph Nye. This theory challenges the dominance of the realist approach in international relations by emphasizing the importance of cross-sectoral interdependence among countries. Three main indicators are used in the analysis: the number of interaction channels, the absence of hierarchy among issues, and the decline in the use of military force.

This thesis is conducted using a qualitative approach and descriptive study methods to examine the dynamics of Vietnam-China and Cambodia-China relations. By analyzing interactions in the economic, political, socio-cultural, and security fields, this study aims to provide a comprehensive understanding of the patterns of interdependence and how each country positions itself in relation to China's rise. The results of this research are expected to contribute the development of contemporary international relations studies in the Southeast Asia.


Kata Kunci : Complex Interdependence, tatanan internasional, China, Vietnam-China, Kamboja-China, Asia Tenggara

  1. S1-2025-456629-abstract.pdf  
  2. S1-2025-456629-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-456629-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-456629-title.pdf