Laporkan Masalah

Kindness by All Means: Mutual Aid as "Collective Identity" and Strategy in Australian Environmental Activism

Shafa Amani Anargya Pragiwaka, Dr. Dafri Agussalim, M.A.

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Riset ini mengkaji bagaimana konsep bantuan timbal balik (mutual aid) dapat digunakan sebagai strategi dalam gerakan lingkungan Australia, terutama untuk organisasi akar rumput. Tulisan ini juga meneliti bagaimana kegiatan bantuan timbal balik mempengaruhi pembentukan Identitas Kolektif (Collective Identity) dalam gerakan sosial. Perubahan iklim di Australia menimbulkan risiko manusia yang unik, mengingat flora dan fauna yang beragam, demografi populasi, dan ekosistemnya. Survei opini telah menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Australia tidak percaya pada kemampuan pemerintah mereka untuk mengambil tindakan terhadap iklim yang signifikan. Akibatnya, organisasi akar rumput — yang dipimpin oleh masyarakat — telah muncul sebagai bentuk alternatif partisipasi politik yang terlibat dalam agenda dan aktivitas lingkungan. Bantuan timbal balik, sebuah fenomena yang lahir sebagai protes terhadap struktur-struktur dominan yang memperpetuasi ketidaksetaraan, juga mendapatkan momentum dalam debat gerakan sosial kontemporer karena posisinya dalam menghadapi bencana alam dan kemanusiaan, seperti pandemi COVID-19.


Mengambil kerangka berfikir DIO Politics (Sarah Pickard) dan Proses Identitas Kolektif (Alberto Melucci), penelitian ini menemukan bahwa kelompok akar rumput yang berfokus pada iklim di Australia menggunakan bantuan timbal balik untuk mempertahankan partisipasi politik, menyebarluaskan agenda melalui pembangunan pengetahuan, dan mempertahankan energi gerakan. Melalui lensa Identitas Kolektif, bantuan timbal balik memperkuat keterikatan pribadi sebagai bagian dari Investasi Emosional, dalam bentuk membangun hubungan, menumbuhkan rasa memiliki dalam gerakan, serta menyediakan saluran komunikasi dan kolaborasi.

This paper examines how the concept of mutual aid can be utilised as strategy in the Australian environmental movement, especially amongst grassroots organising groups. It also examines how mutual aid activities influence the formation of a Collective Identity in social movements. Climate change in Australia poses unique human risks, considering its diverse flora and fauna, population demographics, and ecosystem. As such, opinion surveys have indicated that a majority of Australians do not believe in their government’s capability to take considerable climate action. Grassroots — people-led — organising has risen as an alternate form of political participation to engage in environmentalist agendas and activities. Mutual aid, a phenomenon conceptualised in protest against domineering structures which perpetuate inequality, has also gained momentum in contemporary social movement debate for its positioning in light of natural and humanistic disasters, such as the COVID-19 pandemic. 


Taking up the frameworks of DIO Politics (Sarah Pickard) and the Process of Collective Identity (Alberto Melucci), this research finds that Australian climate-focused grassroots groups utilise mutual aid to sustain political participation, proliferate agendas through knowledge-building, and maintain movement energy. In terms of Collective Identity, mutual aid bolsters personal attachment as part of Emotional Investment, in the form of relationship building, fostering a sense of belonging within the movement, and opening lines of communication and collaboration.

Kata Kunci : mutual aid, social movements, grassroots organisation, climate change politics, Australian policy, political participation, movement strategy, Collective Identity

  1. S1-2025-472580-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472580-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472580-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472580-title.pdf