Laporkan Masalah

Peran Self-Compassion terhadap Motivasi Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir

Imanuel Bagas Raja Siregar, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Pada proses penulisan tugas akhir, mahasiswa tingkat akhir merasakan tekanan akademik yang tinggi dapat menyebabkan stres, kehilangan motivasi, dan kelemahan emosional. Penelitian ini mencoba untuk mengkaji peran self-compassion terhadap motivasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir. Self-compassion merujuk pada sikap baik terhadap diri sendiri, kesadaran akan pengalaman manusia yang umum, dan kemampuan menjaga keseimbangan emosi dalam situasi sulit. Motivasi akademik, berdasarkan teori Self-Determination, mencakup motivasi intrinsik, ekstrinsik, dan amotivasi. Penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa tingkat akhir berusia 21–22 tahun, dengan menggunakan Skala adaptasi motivasi akademik  (AMS-SI) dan Skala Welas Diri (SWD) sebagai instrumen. Hasil dari nalisis regresi linier sederhana mengindikasikan bahwa self-compassion memprediksi motivasi akademik secara signifikan (p < 0> self-compassion berkontribusi sebesar 96% terhadap variabilitas motivasi akademik. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan tingkat self-compassion dan motivasi akademik berdasarkan jenis kelamin. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan sikap self-compassion dapat menjadi pendekatan yang bermanfaat untuk meningkatkan motivasi akademik dan resiliensi mahasiswa tingkat akhir.

During the process of writing a final thesis, senior students often experience high academic pressure, which can lead to stress, loss of motivation, and emotional exhaustion. This study aims to examine the role of self-compassion in academic motivation among senior students. Self-compassion refers to being kind to oneself, recognizing common human experiences, and maintaining emotional balance in challenging situations. Academic motivation, based on the Self-Determination Theory, includes intrinsic motivation, extrinsic motivation, and amotivation. This study involved 100 senior students aged 21–22 years, using the adapted Academic Motivation Scale (AMS-SI) and the Self-Compassion Scale (SCS) as research instruments. The results of a simple linear regression analysis indicate that self-compassion significantly predicts academic motivation (p < 0>² value of 0.96, meaning that self-compassion accounts for 96% of the variability in academic motivation. Furthermore, no significant differences in self-compassion and academic motivation levels were found based on gender. These findings suggest that fostering self-compassion can be a valuable approach to enhancing academic motivation and resilience among senior students.

Kata Kunci : motivasi akademik, mahasiswa tingkat akhir, self-compassion

  1. S1-2025-479973-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479973-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479973-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479973-title.pdf