Comparing The Trump versus Biden Administrations' Cross Border Data Flows Governance
Hemish Rahan Putra, Dedy Permadi, S.I.P., M.A., Ph.D.
2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Dalam era yang didorong oleh data ini, arus data lintas batas telah muncul sebagai katalis penting bagi isu-isu keamanan nasional, perdagangan internasional, dan kerja sama multilateral antarnegara. Tesis ini menganalisis pendekatan yang kontras antara pemerintahan Trump, dan Biden dalam upaya mereka membentuk kebijakan arus data lintas batas di Amerika Serikat. Melalui penerapan metode studi kasus komparatif kualitatif, penelitian ini menelaah proses pengambilan keputusan yang krusial, perintah eksekutif, dan perjanjian internasional yang dibuat oleh Trump, dan Biden selama masa jabatan mereka sebagai Presiden Amerika Serikat, sebagai referensi utama untuk memahami perbedaan dalam kebijakan arus data lintas batas. Penelitian ini menemukan bahwa tata kelola arus data lintas batas pada era Trump sangat dipengaruhi oleh kecenderungannya yang pro-bisnis dan isolasionis, yang sering kali diterjemahkan ke dalam bentuk intervensi pemerintah yang minim terhadap regulasi privasi data konsumen, serta fokus pada keputusan yang melindungi keamanan nasional. Sebaliknya, pembentukan kebijakan arus data lintas batas pada masa Biden mengembalikan semangat internasionalisme ke dalam kebijakan Amerika Serikat, dengan memprioritaskan kerja sama multilateral dengan negara lain, menekankan pentingnya pengawasan federal dalam regulasi privasi data konsumen, dan mengarahkan standar pelindungan data Amerika Serikat agar selaras dengan kerangka perlindungan data global, khususnya General Data Protection Regulation (GDPR) milik Uni Eropa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan dalam pendekatan kebijakan berasal dari ideologi politik yang saling bertolak belakang; di mana Trump cenderung memilih deregulasi, kebijakan yang pro-bisnis, dan isolasionisme, sedangkan Biden mendukung regulasi pemerintah yang kuat serta pembentukan kerja sama internasional yang baru. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman bahwa presiden Amerika memiliki kemampuan untuk memengaruhi tata kelola data global, serta menyoroti pentingnya kebijakan nasional dalam dunia di mana tata kelola arus data lintas batas menjadi sangat krusial.
In this data-driven age, cross-border data flows have emerged as an important catalyst for national security issues, international trade, and multilateral cooperation between countries. This thesis analyzes the contrasting approaches of the Trump, and Biden administrations in their efforts of creating cross-border data flows policies in the United States. Through the application of qualitative comparative case study method, this research examines crucial decision-making processes, executive orders, and international agreements of Trump, and Biden in their respective time as President of the United States, as key references to better understand the divergence in cross-border data flows policies. This research has found that Trump's cross-border data flows governance is heavily influenced by his pro-business, and isolationist tendencies, which oftentimes equate to less government intervention in consumers' data privacy regulation, and focuses on decisions that protect national security. In contrast, Biden's cross-border data flows policy-making restored internationalism back into the United States, prioritizing multilateral cooperation with other countries, emphasizing the importance of federal oversight in consumers' data privacy regulation, and guiding the United States' data protection standards to align with global data protection frameworks, specifically the European Union's General Data Protection Regulation (GDPR). The findings suggest that the differences in policy-making approaches stem from the presidents' contrasting political ideologies, while Trump favors deregulation, pro-business policy-making, and isolationism; Biden advocates for robust governmental regulation, and the creation of new international cooperations. This research contributes to the understanding that American presidents are able to influence global data governance, and spotlights the importance of national policies in a world where cross-border data flows governance is of paramount importance.
Kata Kunci : Cross-border data flows, United States, Donald Trump, Joe Biden