Pendapatan Petani dari Usaha Peternakan Babi Rakyat di Kabupaten Klaten
Made Arja Wiguna, Drh. Soekoharto
1971 | Skripsi | S1 PETERNAKANPeternakan babi rakjat jang terdapat di ketjamatan Wonosari dan Djogonalan, Kabupaten Klaten merupakan salah satu usaha tani. Pada bulan Djanuari 1969 telah dilakukan penelitian mengenai pendapatan petani dari usaha peternakan babi rakjat di daerah tersebut. Perawatannya sangat sederhana, makanannya berupa ampas tahu, katul dan dedak, kadang-kadang diberi hidjauan daun ketela pohon, kangkung, gendjer. Sedangkan djumlah makanan jang diberikan tidak tetap tergantung kemampuan si peternak. Modal jangdimiliki sangat terbatas sehingga rata-rata per petani hanja memelihara 3 sampai 6 ekor. Didalam pendjualan ternaknja djuga tergantung pada kebutuhan keluarganja, sehingga sering belum mentjapai umur dan berat ekonomis telah didjual. Peternaj di daerah penelyian dibagi tiga golongan jaitu: Golongan I, memiliki sawah, gilingan tahu dan ternak babi Golongan II, memiliki sawah, dan ternak babi Golongan III, gilingan tahu dan ternak babi Sebagai pembanding diambil petani jang hanja memiliki sawah, disebut golongan IV. Pendapatan rata-rata peternak per orang per tahun Golongan I : Rp 105.122,72 Golongan II : Rp 29.548,75 Golongan III : Rp 83.055,33 sedangkan Golongan IV : Rp 11.437,35 Perbandingan pendapatan-pendapatan petani antara : Golongan I dengan Golongan IV adaah 846,45 % Golongan I dengan Golongan III adaah 25,37 % Golongan II dengan Golongan IV adaah 163.63 % Golongan III dengan Golongan IV adaah 651,07 % Dari perbandingan-perbandingan ini djelas menunjukkan bahwa beternak babi menambah pedapatan petani dengan njata
Kata Kunci : Ternak babi rakyat, pakan babi, Peternak, Peternakan