Laporkan Masalah

Aktivisme dan Pendidikan Kaum Muda Katolik di Yogyakarta dan Jawa Tengah, 1949-1985

IMANUEL ANGGARA WIRAYUDA, Prof. Dr. Agus Suwignyo, M.A.

2025 | Skripsi | ILMU SEJARAH

Skripsi ini membahas aktivisme dan pendidikan kaum muda Katolik di Yogyakarta dan Jawa Tengah 1949-1985. Penelitian ini fokus pada kehidupan organisasi kaum muda Katolik sejak penyelenggaraan Kongres Umat Katolik Seluruh Indonesia (KUKSI) I pada 7-12 Desember 1949 hingga penetapan Tahun Pemuda Internasional oleh PBB pada 1985. Penelitian ini juga memiliki fokus pada pendidikan dan pendampingan kaum muda Katolik dalam berbagai aspek, seperti hidup berkeluarga, hidup selibat dan pergaulan. Dua hal tersebut menjadi jawaban untuk mengetahui pergerakan pemuda dalam Gereja Katolik di Indonesia pada periode 1949-1985, dan bentuk-bentuk aktivismenya serta sejauh apakah pengaruhnya dalam perkembangan Gereja Katolik Indonesia.

Maka, penelitian ini merupakan sebuah penelitian sejarah yang memanfaatkan sumber utamanya dari majalah Praba dan beberapa majalah Katolik lainnya sebagai sumber pembanding. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan sumber-sumber sekunder dari buku, skripsi maupun tesis untuk memberikan latar belakang pergerakan kepemudaan Katolik dalam sejarah.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa aktivisme kaum muda Katolik memiliki akar sejarah yang kuat dan berkesinambungan. Meskipun mengalami pasang surut, tetapi Gereja tetap mendampingi kaum muda Katolik dalam kehidupan berorganisasinya. Selain itu, Gereja juga memperhatikan kaum muda Katolik dalam hidup kesehariannya dengan mendampingi dan membina mereka untuk siap menghadapi tantangan zaman yang berubah-ubah. Pendampingan dan pembinaan tersebut menjadi cara Gereja Katolik untuk mempersiapkan generasi penerusnya di masa yang akan datang. Dengan demikian, aktivisme dan pendidikan kaum muda Katolik sangat mempengaruhi perkembangan Gereja Katolik Indonesia dari masa ke masa.

This thesis examines the activism and education of Catholic youth in Yogyakarta and Central Java from 1949 to 1985. The research focuses on the life of Catholic youth organizations from the First All-Indonesian Catholic Congress (KUKSI) on December 7-12, 1949, to the UN's declaration of International Youth Year in 1985. It also focuses on the education and mentoring of Catholic youth in various aspects, such as family life, celibacy, and social interactions. These two areas provide insights into the youth movement within the Catholic Church in Indonesia from 1949 to 1985, the forms of activism, and their influence on the development of the Indonesian Catholic Church.

Therefore, this research is a historical study that utilizes Praba magazine and several other Catholic periodicals as primary sources for comparison. Furthermore, it utilizes secondary sources from books, theses, and dissertations to provide a historical background to the Catholic youth movement.

Based on this study, it is concluded that Catholic youth activism has strong and continuous historical roots. Despite its ups and downs, the Church continues to support young Catholics in their organizational life. Furthermore, the Church cares for young Catholics in their daily lives by mentoring and guiding them to prepare them to face the challenges of a changing era. This mentoring and development is the Catholic Church's way of preparing the next generation. Thus, the activism and education of young Catholics have significantly influenced the development of the Indonesian Catholic Church over time.

Kata Kunci : Kaum muda Katolik, Gereja, Pergerakan, Pendidikan

  1. S1-2025-456029-abstract.pdf  
  2. S1-2025-456029-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-456029-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-456029-title.pdf