The Impact of Program Keluarga Harapan as a Government-Funded Social Assistance Program for Poverty Alleviation in Indonesia
Qonita Isnadilhaq, Media Wahyudi Askar, S.I.P., M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Studi ini mengkaji dampak Program Keluarga Harapan (PKH), sebuah inisiatif bantuan tunai bersyarat dari pemerintah Indonesia, terhadap penanggulangan kemiskinan. Dengan menggunakan metodologi kuantitatif, penelitian ini menganalisis data untuk mengevaluasi pengaruh program terhadap pengeluaran rumah tangga, pengeluaran pangan dan non-pangan, serta kondisi sosial ekonomi. Teori Pemberdayaan Sosial Ekonomi mendasari analisis ini, yang menekankan sifat multidimensi kemiskinan dan pentingnya menangani aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Temuan menunjukkan bahwa PKH berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pengeluaran pangan dan perbaikan capaian gizi bagi penerima manfaat. Namun, variabilitas dalam pengeluaran dan kecukupan gizi menunjukkan tantangan yang terus ada dalam memastikan dampak yang adil. Perlu dicatat, meskipun peningkatan pengeluaran pangan berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi, total pengeluaran dan asupan kalori tidak secara konsisten menghasilkan peningkatan kualitas hidup, yang menyoroti kesenjangan dalam alokasi sumber daya dan keragaman pangan. Studi ini menggarisbawahi perlunya mengintegrasikan pendidikan gizi, mekanisme pemantauan, dan intervensi spesifik konteks lokal untuk mengoptimalkan efektivitas program. Studi ini mengadvokasi pergeseran dari fokus semata pada bantuan keuangan menjadi penerapan kebiasaan berkelanjutan yang meningkatkan kualitas pangan, akses pendidikan, dan layanan kesehatan. Hasil studi ini bertujuan untuk memberikan temuan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat kebijakan guna meningkatkan efisiensi PKH dan menginformasikan perancangan inisiatif penanggulangan kemiskinan di masa mendatang di Indonesia.
This study investigates the impact of Program Keluarga Harapan (PKH), a conditional cash transfer initiative by the Indonesian government, on poverty alleviation. Utilizing a quantitative methodology, the research analyzes data to evaluate the program's influence on household expenditure, food and non-food expenses, and socio-economic conditions. The Socioeconomic Empowerment Theory underpins the analysis, emphasizing the multidimensional nature of poverty and the importance of addressing economic, social, and cultural aspects. Findings indicate that PKH significantly contributes to increased food expenditure and improved nutritional outcomes for beneficiaries. However, variability in expenditure and dietary adequacy reveals persistent challenges in ensuring equitable impact. Notably, although increased food expenditure correlates with enhanced socio-economic well-being, total expenditure and calorie intake do not consistently translate into improved quality of life, highlighting gaps in resource allocation and dietary diversity. The study underscores the necessity of integrating nutritional education, monitoring mechanisms, and local-context-specific interventions to optimize the program's effectiveness. It advocates for a shift from focusing solely on financial assistance to embracing sustainable habits that improve dietary quality, education access, and healthcare. The results aim to provide actionable findings for policymakers to enhance the efficiency of PKH and inform the design of future poverty alleviation initiatives in Indonesia.
Kata Kunci : Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Tunai Bersyarat, Penanggulangan Kemiskinan, Teori Pemberdayaan Sosial Ekonomi, Pengeluaran Pangan dan Non-Pangan, Pengeluaran Rumah Tangga