PERTUMBUHAN PRASAPIH DOMBA GARUT DAN DOMBA EKOR TIPIS
DANUR WIRYAWAN, Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc.; Ir I Gede Suparta Budisatria, M.Sc., Ph.D.
2011 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan prasapih domba Garut dan domba Ekor Tipis. Materi yang digunakan untuk mengetahui konsumsi susu cempe adalah 9 ekor cempe domba Garut dan 7 ekor cempe Domba Ekor Tipis. Konsumsi pakan menggunakan 2 ekor induk domba Garut dan 4 ekor induk domba Ekor Tipis, sedangkan untuk mengetahui bobot lahir, bobot sapih dan pertambahan bobot badan harian (PBBH) digunakan 11 ekor cempe domba Garut dan 7 ekor cempe domba Ekor Tipis. Data yang diambil meliputi konsumsi susu, konsumsi pakan induk, bobot lahir, bobot sapih, dan PBBH. Data bobot lahir, bobot sapih dan PBBH dianalisis menggunakan faktorial 2 x 2. Konsumsi susu cempe dianalisis menggunakan faktorial 2 x 3. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa bangsa domba berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi susu cempe. Konsumsi susu secara nyata (P?0,05) dipengaruhi oleh bulan laktasi. Rerata konsumsi susu domba Garut dari bulan 1 sampai 3 berturut-turut adalah 165,59±10,00 g/kg/hari; 61,87±10,00 g/kg/hari; 24,54±10,00 g/kg/hari, sedangkan rerata konsumsi susu domba Ekor Tipis bulan 1 sampai 3 berturut-turut adalah, 189,24±11,34 g/kg/hari; 57,09±11,34 g/kg/hari; 25,52±11,34g/kg/hari. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara bangsa domba dan bulan laktasi terhadap konsumsi susu. Konsumsi pakan domba Garut dan domba Ekor Tipis relatif sama. Hasil analisis menunjukkan bangsa domba berpengaruh tidak nyata terhadap bobot lahir, bobot sapih dan PBBH sedangkan jenis kelamin berpengaruh nyata terhadap bobot sapih dan PBBH. Tidak terdapat pengaruh interaksi antara bangsa ternak dan jenis kelamin terhadap bobot lahir, bobot sapih dan PBBH (nilai terkoreksi kearah jenis kelamin jantan dan tipe kelahiran tunggal). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pertumbuhan prasapih domba Garut dan domba Ekor Tipis sama ditinjau dari konsumsi susu, konsumsi pakan induk, bobot lahir, bobot sapih serta PBBH.
PRE-WEANING GROWTH OF GARUT AND THIN TAILED SHEEP The research was conducted to evaluate pre-weaning growth of Garut and Thin Tailed sheep. Nine Garut kids and 7 Thin Tailed kids, were used to observe milk consumption, while 2 Garut and 4 Thin Tailed ewes were used to evaluate feed intakes. Birth weight, weaning weight and average daily gain were observed using 11 Garut and 9 Thin Tailed kids. The data consisted of milk consumption, feed and nutrient intakes, birth weight, weaning weight and average daily gain. Factorial design (2 x 2) were used to analyze birth weight, weaning weight and average daily gain. Milk consumption was analyzed using a factorial 2 x 3. The statistical analysis showed that breed of sheep did not have significant effect on milk consumption. Consumption of milk significantly influenced by month of lactation. Average milk consumption of Garut kids from month 1 to 3 was 165,59±10,00; 61,87±10,00; 24,54±10,00 g/kg/day, respectively, while Thin Tailed kids was, 189,24±11,34; 57,09±11,34; 25,52±11,34 g/kg/day, respectively from first up to third months. There was no interaction effect of sheep breed and lactation month on milk consumption. Feed intakes of Garut and Thin Tailed sheep was relatively similar. The analysis showed the sheep breed did not significantly affect birth weight, weaning weight and average daily gain, while sex significantly affect , weaning weight and average daily gain . There was no interaction effect of sheep breed and sex on birth weight, weaning weight and average daily gain (corrected value from sex and birth weight types). It was concluded that pre-weaning growth of Garut Thin Tailed sheep was similar in terms of milk consumption, feed intakes, birth weight, weaning weight and average daily gain. (Keywords: Garut sheep, Thin Tailed sheep, milk consumption, birth weight, weaning weight, average daily gain
Kata Kunci : Domba Garut, Domba Ekor Tipis, Konsumsi susu, Bobot lahir, Bobot sapih, PBBH)