Perilaku Peduli Lingkungan Pengunjung Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda
Gilman Najmil Fauzi, Ir. Prasetyo Nugroho, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM
2025 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN
Keberadaan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan alam, yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku peduli lingkungan pengunjung Tahura Ir. H. Djuanda, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 223 responden pengunjung Tahura Ir. H. Djuanda. Hasil penelitian melalui analisis Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa pengetahuan lingkungan (EK) memiliki pengaruh yang paling kuat terhadap perilaku peduli lingkungan (PEB) (Beta = 0,644, p < 0,001) dibandingkan dengan variabel yang lain. Hal tersebut menjadikan EK sebagai faktor kritis dalam membentuk PEB. Selain itu, hasil scatter plot antara karakteristik sosio-demografis dengan faktor-faktor pembentuk PEB menunjukkan korelasi yang sangat rendah. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan program edukasi berbasis pengetahuan jasa lingkungan hutan tanpa perlu adanya segmentasi karakteristik sosio-demografis seperti umur atau latar belakang pendidikan. Temuan ini memberikan acuan dasar bagi pengelola Tahura Ir. H. Djuanda dalam merancang strategi kebijakan yang berkelanjutan melalui efektivitas pemanfaatan jasa lingkungan berbasis hutan sebagai media dalam meningkatkan pengetahuan lingkungan pengunjung.
The existence of the Ir. H. Djuanda Grand Forest Park (Tahura) provides an opportunity for people to interact directly with nature, which is expected to increase people's understanding and concern for the environment. This study aims to analyze the pro-environmental behavior of visitors’, and identify factors that influence it. The method in this study uses a quantitative approach with data collection techniques through questionnaires to 223 respondents visiting Tahura Ir. H. Djuanda. The results of research through Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis showed that environmental knowledge (EK) had the strongest influence on Pro-Environmental Behavior (PEB) (Beta = 0.644, p < 0.001) compared to other variables. This makes EK a critical factor in shaping PEB. In addition, scatter plot analysis between socio-demographic characteristics with (PEB) factors showed a very low correlation. This study emphasizes the importance of developing educational programs based on knowledge of forest environmental services without the need for segmentation socio-demographics characteristics such as age or educational background. This finding provides a basic reference for the manager of Tahura Ir. H. Djuanda in designing a sustainable policy strategy through the effective use of forest-based environmental services as a medium in increasing visitors' environmental knowledge.
Kata Kunci : Kepedulian lingkungan, sikap lingkungan, pengetahuan lingkungan, PLS-SEM