Laporkan Masalah

Evaluasi Kolam Pengendapan OPS 1 Pada Kegiatan Industri di PT Indonesia Morowali Industrial Park Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah

Dhini Widyaning Oktaviani, Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng.

2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL

Perancangan kolam pengendapan yang tepat sangat penting dalam industri pengolahan nikel untuk mengendalikan penurunan kualitas air limpasan akibat aktivitas industri. Tujuan utamanya adalah mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memenuhi regulasi, khususnya Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 09 Tahun 2006 tentang Baku Mutu Air Limbah Pertambangan Bijih Nikel. Debit air tinggi ke kolam pengendapan dapat menyebabkan luapan dan pendangkalan, sehingga mempercepat interval pemeliharaan dan meningkatkan risiko pencemaran jika air limbah mengalir ke sungai tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan merancang kapasitas Kolam Pengendapan OPS 1 sesuai debit air masuk serta menghitung waktu pemeliharaan optimal setelah pelebaran kolam.

Metode yang digunakan berupa analisis kuantitatif, mencakup data curah hujan periode 2015–2024 dengan distribusi Log Pearson III, analisis intensitas hujan dan debit limpasan, evaluasi kapasitas kolam eksisting, serta perancangan ulang kolam mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEN/2018. Analisis juga dilakukan terhadap kebutuhan interval pemeliharaan berdasarkan akumulasi lumpur.

Hasil penelitian menunjukkan kapasitas eksisting Kolam Pengendapan OPS 1 sebesar 4.488,75 m³. Berdasarkan regulasi, kapasitas ideal kolam minimal 1,25 kali debit air masuk sehingga diperlukan pelebaran menjadi 4.608,99 m³. Waktu pemeliharaan kolam sebelum pelebaran 37 hari dan setelah pelebaran adalah 32 hari.


The proper design of a settling pond is crucial in the nickel processing industry to control the degradation of runoff water quality caused by industrial activities. The primary goal is to reduce negative environmental impacts and comply with regulations, particularly the Minister of Environment Regulation No. 09 of 2006 concerning Wastewater Quality Standards for Nickel Ore Mining Businesses and/or Activities. High water discharge entering the sedimentation pond can cause overflow and sediment buildup, accelerating maintenance intervals and increasing the risk of pollution if wastewater flows directly into rivers without treatment. This study aims to design the capacity of Settling Pond OPS 1 according to the incoming water discharge and calculate the optimal maintenance interval after the pond enlargement.

The methodology used is a quantitative analysis, including rainfall data from 2015 to 2024 analyzed using the Log Pearson III distribution, rainfall intensity and runoff discharge calculations, evaluation of the existing pond capacity, and redesign of the pond dimensions referring to the Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827 K/30/MEN/2018. The analysis also assesses the required maintenance interval based on the accumulation of sludge deposits.

The results indicate that the current capacity of Settling Pond OPS 1 is 4.488.75 m³. According to regulations, the ideal pond capacity should be at least 1,25 times the incoming water discharge, requiring an expansion to 4.608.99 m³. The maintenance interval before expansion is 37 days, which reduces to 32 days after the pond enlargement.

Kata Kunci : kolam pengendapan, log pearson III, waktu pemeliharaan.

  1. D4-2025-479384-abstract.pdf  
  2. D4-2025-479384-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-479384-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-479384-title.pdf