Laporkan Masalah

THE INTERFERENCE PHENOMENA OF ADDING JAVANESE PARTICLES IN ENGLISH CONVERSATIONS AT PONDOK PESANTREN FADHLUL FADHLAN SEMARANG: A SOCIOLINGUISTICS STUDY

Silvy Milchatir Rizqiyah, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi partikel bahasa Jawa dalam percakapan bahasa Inggris; dan menjelaskan faktor terjadinya interferensi bahasa melalui penambahan partikel bahasa Jawa pada percakapan bahasa Inggris oleh santri di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Data penelitian ini berupa tuturan lisan dari sumber data santri di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan ketika berada di lingkungan Pondok Pesantren. Metode pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan dengan cara mengamati percakapan siswa kemudian mencatat dan wawancara terstruktur terhadap 27 siswa. Metode teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori interferensi menurut weinrich adalah untuk mengidentifikasi fenomena interferensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua jenis partikel bahasa Jawa yang ditambahkan siswa dalam percakapan bahasa Inggris, yaitu 23 partikel bahasa Jawa tunggal dan partikel bahasa Jawa kombinasi. Hasil kedua, ditemukan satu bentuk interferensi, yaitu interferensi leksikal. Ketiga, faktor penyebab terjadinya gangguan melalui penambahan partikel adalah faktor internal berupa kurangnya penguasaan tata bahasa dan kosa kata bahasa Inggris, serta terbawa kebiasaan menggunakan partikel bahasa Jawa dalam percakapan. Selanjutnya faktor eksternal adalah lingkungan yang memudahkan komunikasi antar siswa,jenis kelamin, serta situasi dan kondisi.

Kata Kunci: Interferensi, Pesantren, Partikel Jawa, Konteks, Sosiolinguistik

This research aimed to describe the form and function of Javanese particles in English conversations and to explain the factors behind the occurrence of language interference when Javanese particles are added to English conversations by students at the Fadhlul Fadhlan Islamic boarding school in Semarang. This research employed a qualitative approach in its fieldwork and was presented descriptively. The data for this research were collected in the form of oral speech from students at the Fadhlul Fadhlan Islamic Boarding School during their time in the Islamic boarding school environment. The data collection technique used was nonparticipant observation, which involved observing students' conversations and taking notes, as well as conducting structured interviews with 27 students. The data analysis technique consisted of three stages: data reduction, data presentation, and conclusion. The interference theory by Weinrich is used to identify interference phenomena. The results of this research revealed two types of Javanese particles used by students in English conversations: 23 single Javanese particles and combined Javanese particles. The second result was that one form of interference was found: lexical interference. Third, the factors that caused interference through the addition of particles were internal factors, insufficient proficiency in English grammar among students, as well as the habit of utilizing Javanese particles. Furthermore, non-linguistic factors included the environment, facilitated communication between students, as well as biological sex, and situations and conditions.

Keywords: Interference, Islamic Boarding School, Javanese Particles, Context, Sociolinguistics

Kata Kunci : Interference, Islamic Boarding School, Javanese Particles, Context, Sociolinguistics

  1. S2-2025-489944-abstract.pdf  
  2. S2-2025-489944-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-489944-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-489944-title.pdf