Laporkan Masalah

Pengaruh Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan Acacia auriculiformis A. Cunn. ex Benth. hingga Umur Tujuh Bulan di Gunungkidul

Salma Salsabila, Dr. Arom Figyantika, S.Hut., M.Sc.; Dr. Ir. Handojo Hadi Nurjanto, M.Agr.Sc., IPU.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Acacia auriculiformis merupakan salah satu tanaman pionir yang cepat tumbuh, toleran terhadap lahan marginal, dan memiliki nilai ekonomi serta ekologis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan A. auriculiformis hingga umur 7 bulan di Gunungkidul. Penggunaan pupuk kandang diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara, khususnya unsur hara pada jenis tanah vertisol yang cenderung tidak tersedia akibat adanya fiksasi unsur hara. 

Penelitian dilaksanakan pada lahan seluas 2.592 m2 di Padukuhan Srikoyo, Kabupaten Gunungkidul selama Maret hingga Oktober 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan satu faktor berupa dosis pupuk kandang (0 kg, 1 kg, 2 kg, dan 3 kg per lubang tanam) dan tiga ulangan (blok). Parameter yang diamati meliputi persentase hidup, pertambahan tinggi, dimeter, volume, dan luas daun Youngest Fully Expanded Leaf (YFEL), dan panjang ruas internodus YFEL. Analisis data dilakukan dengan ANOVA dan diuji lanjut DMRT menggunakan software R.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi berbagai dosis pupuk kandang tidak memberikan pengaruh signifikan terhdap seluruh parameter pertumbuhan hingga umur 7 bulan. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan unsur hara pada lokasi penelitian sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta pemberian pupuk dasar P sebesar 43 gram yang sudah mencukupi kebutuhan unsur P tanaman. Dengan demikian, diperlukan kajian lanjutan mengenai dosis optimum pupuk kandang dan pengaruhnya dalam jangwa waktu yang lebih panjang.

Acacia auriculiformis is a fast growing pioneer species that is tolerant of marginal land, and has economic and ecological value. This study was conducted to determine the effect of various doses of manure on the growth of A. auriculiformis u to the age of seven months in Gunungkidul. The application of organic manure is expected to increase the availability of nutrients, especially nutrients in vertisol soil types which tned to be unavailable due to nutrient fixation.

The research was conducted on an area of 2.592 m2 in Srikoyo, Gunungkidul Regency from March to October 2024. The design of this study was Randomized Complete Block Design (RCBD) with single factor, namely manure dosage ( 0 kg, 1 kg, 2 kg, and 3 kg per planting hole) and three replications (blocks). The parameters observed include survival rate, increase in height, diameter, volume, YFEL (Youngest Fully Expanded Leaf), and YFEL internodal segment length. Data were analysis using ANOVA and followed with DMRT post-hoc test using R software.

The result of the study showed that the application of various doses of manure did not have a significant effect on all growth parameters up to seven months. This is likely due to the availability of nutrients at the research location being sufficient to support plant growth and the provision of 43 grams of basic P fertilizer which is sufficient for the plant's P needs. Therefore, further studies are needed regarding the optimal dose of organic manure and its effects over a longer period of time.

Kata Kunci : formis, pupuk kandang, tinggi, diameter, YFEL; formis, manure, height, diameter, YFEL

  1. S1-2025-477763-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477763-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477763-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477763-title.pdf