Laporkan Masalah

Dynamics of Group Communication in an Epistemic Community (Case Study of Ubah Bareng Buibu)

Kamila Andjani, Acniah Damayanti, S.I.P., M.Sc.

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Komunitas daring telah memperluas jangkauan bagi perempuan di Indonesia, membuka peluang bagi mereka untuk mengeksplorasi ranah diskursus politik. Ubah Bareng Buibu (UBB) bermula sebagai komunitas relawan yang mendukung pasangan calon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam pemilihan presiden 2024, kemudian berkembang menjadi komunitas epistemik independen yang dipimpin oleh perempuan dengan fokus pada peningkatan literasi politik melalui platform digital, khususnya Instagram dan WhatsApp. UBB menginisiasi berbagai kegiatan, baik daring maupun luring, yang melibatkan tidak hanya anggota internal tetapi juga khalayak yang lebih luas, terutama para pengikut mereka di Instagram.

Dengan merujuk pada teori komunitas epistemik dan kerangka komunikasi kelompok, penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan yang mewakili peran berbeda dalam komunitas: pemimpin komunitas, anggota tim inti, dan anggota biasa. Temuan menunjukkan bahwa UBB memenuhi karakteristik komunitas epistemik melalui keyakinan normatif bersama, standar validitas internal, dan agenda kebijakan kolektif, yang tercermin dalam aktivitas sosial dan politik mereka. Hasil ini menggambarkan bahwa komunikasi yang berbasis nilai dan inklusif tidak hanya mempertahankan keberlangsungan komunitas, tetapi juga menciptakan ruang pembelajaran politik yang adaptif bagi perempuan Indonesia, khususnya ibu rumah tangga dengan visi yang sejalan. UBB menunjukkan bagaimana komunitas relawan digital dapat membentuk struktur yang kuat dan kolaboratif bahkan di luar periode kampanye pemilu formal.

Online communities have expanded its reach for women in Indonesia, opening opportunities for them to explore the areas of political discourse. Ubah Bareng Buibu (UBB) started as a volunteering community supporting candidate pair Anies Baswedan and Muhaimin Iskandar for the 2024 presidential election, and evolved as an independent women-led epistemic community focusing on political literacy awareness through digital platforms, particularly Instagram and WhatsApp. UBB initiated both online and offline initiatives that engaged not only the internal members but also the wider public, mostly to their Instagram followers. Drawing from the theory of epistemic communities and group communication framework, this research applies a qualitative case study approach, where the data were gathered through in-depth interviews with three informants representing different roles in the community: the community leader, a core team member, and a regular member. The findings show that UBB meets the characteristics of an epistemic community through shared normative beliefs, internal standards of validity, and a collective policy agenda, reflected in their social and political activities. These results illustrate that value-based and inclusive communication not only sustains the longevity of the community but also creates an adaptive political learning space for Indonesian women, mainly stay-at-home mothers with similar visions. UBB demonstrates how a digital volunteer community can establish strong and collaborative structures even beyond the formal election campaign period. 

Kata Kunci : epistemic community, group communication, communication dynamics, political volunteer, women, online community

  1. S1-2025-477463-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477463-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477463-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477463-title.pdf