Laporkan Masalah

Dinamika Narasi Calon Presiden Dalam Pembayangan Masa Depan Perubahan Iklim dan Transisi Energi di Indonesia Melalui Pendekatan Socio- Technical Imaginaries (STIs)

Zhafar Akmal, Dr. Indri Dwi Apriliyanti, SIP., MBA

2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Penelitian ini mengkaji narasi kandidat presiden dalam penggambaran masa depan isu perubahan iklim dan transisi energi di negara berkembang yang kaya akan sumber daya fosil dengan menggunakan kerangka socio-techincal imaginaries (STIs). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo sebagai kandidat presiden Indonesia tahun 2024 membangun imajinasi serta menggunakan sumber otoritas yang mereka kehendaki untuk mengembangan strategi legitimasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pendekatan analisis konten melalui data yang bersumber dari akun Instagram pribadi kandidat, dokumen visi-misi, Youtube, dan liputan media. Hasil dari penelitian ini adalah ketiga kandidat presiden memiliki perbedaan pembingkaian risiko yang berkorelasi dengan penggambaran kebijakan iklim dan transisi energi masa depan mereka. Ketiga kandidat menggunakan sumber otoritas yang berbeda, Anies Baswedan–ilmuwan, Prabowo Subianto–lembaga pemerintahan, dan Ganjar Pranowo–pengalaman masyarakat, dan disesuaikan dengan strategi pembangunan legitimasi yang mereka gunakan. Penelitian ini berkontribusi menambah literatur yang menggunakan kerangka socio-techincal imaginaries (STIs) untuk menganalisis penggambaran masa depan pada masa elektoral, khususnya studi di negara berkembang yang berada di wilayah Global South.

This study examines presidential candidates' narratives in portraying the future of climate change issues and energy transition in a fossil fuel-rich developing country, using the socio-technical imaginaries (STIs) framework. It aims to understand how Anies Baswedan, Prabowo Subianto, and Ganjar Pranowo—candidates in Indonesia's 2024 presidential election—construct imaginaries and mobilize sources of authority to develop their strategies of legitimacy. This research employs a qualitative exploratory method with a content analysis approach, utilizing data from the candidates’ personal Instagram accounts, official vision and mission documents, YouTube appearances, and media coverage. The findings reveal that the three candidates frame climate risks differently, and this framing aligns with their visions for future climate and energy transition policies. Each candidate draws on distinct sources of authority: Anies Baswedan appeals to scientific expertise, Prabowo Subianto relies on governmental institutions, and Ganjar Pranowo emphasizes lived public experience—each corresponding to their chosen strategies for building legitimacy. This study contributes to the growing body of literature applying the socio-technical imaginaries framework to analyze future-oriented discourses during electoral periods, particularly in developing countries in the Global South.

Kata Kunci : Socio-technical imaginaries (STIs), Climate change, Energy transition, Carbon lock-in, Political ecology

  1. S1-2025-480578-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480578-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480578-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480578-title.pdf