Pengaruh Model Edukasi Kesehatan Gigi berbasis Tell Show Feel Do terhadap Pengetahuan, Perilaku Menyikat Gigi dan Oral Hygiene Anak dengan Disabilitas Intelektual
Muhammad Fiqih Sabilillah, Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr.PH., Sp.KKLP; drg. Lisdrianto Hanindriyo, MPH, Ph.D; Prof. drg. Sri Kuswandari, M.S, Sp.KGA, Ph.D
2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Gigi
Anak dengan disabilitas intelektual memiliki
keterbatasan kognitif dan perilaku adaptif maka diperlukan model edukasi lebih inovatif dan terstruktur yang
melibatkan pengalaman emosional dan sensorik secara menyeluruh, agar dapat
meningkatkan pemahaman, perilaku dan kebersihan giginya secara efektif. Tujuan penelitian ini mengembangkan model edukasi kesehatan gigi yang efektif, sesuai
kebutuhan anak serta menganalisis pengaruh model
edukasi kesehatan gigi berbasis tell show feel do terhadap pengetahuan,
perilaku menyikat gigi dan oral hygiene anak dengan disabilitas
intelektual.
Metode penelitian adalah Mixed Method Exploratory Sequential Design.
Tahap pertama penelitian kualitatif dengan Design Thinking Process.
Jumlah sampel kualitatif 14 guru, 38 orangtua dan 38 anak dengan disabilitas
intelektual. Tahap kedua penelitian kuantitatif dengan Double-Blind
Randomized Controlled Trial. Kelompok intervensi diberi perlakuan
menggunakan model edukasi kesehatan gigi berbasis tell show feel do
sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan menggunakan pelayanan standar berupa tell show do. Jumlah sampel kuantitatif
26 responden pada setiap kelompok. Intervensi dilakukan tiga sesi dengan jeda empat hari antara setiap
sesi. Setiap sesi berlangsung selama 120 menit dan dilakukan dalam kelompok
kecil yang terdiri dari tiga-lima anak untuk memastikan perhatian individual
sambil mempertahankan manfaat interaksi kelompok. Jarak pretest dengan posttest pada setiap kelompok
dilakukan setelah 21 hari. Hasil penelitian diuji dengan statistik bivariat dan
multivariat
Hasil kualitatif menunjukkan penggunaan model edukasi dinilai sangat
baik oleh pengguna dengan tingkat kebermanfaatan tinggi membantu proses
pengajaran dan penerapan perilaku menyikat gigi. Penelitian kuantitatif
menunjukkan perbedaan signifikan (p<0>oral hygiene anak
dengan disabilitas intelektual antara kelompok intervensi dengan kontrol. Uji multivariat (F=47,405, p<0> menunjukkan efek model edukasi signifikan terhadap variabel terikat tanpa dipengaruhi
variabel pengganggu. Kesimpulan model edukasi kesehatan gigi
berbasis tell-show-feel-do lebih efektif meningkatkan pengetahuan
kesehatan gigi orangtua-anak, perilaku menyikat gigi serta oral
hygiene anak dengan disabilitas intelektual dibandingkan model edukasi tell-show-do.
Children
with intellectual disabilities have cognitive and adaptive behavioural
limitations. They require a more innovative and structured educational model that
encompasses comprehensive emotional and sensory experiences to effectively
improve their understanding, behaviours, and dental hygiene. The purpose of
this study was to develop an effective dental health education model tailored
to children's needs and to analyse the effect of a tell-show-feel-do-based
dental health education model on the knowledge, toothbrushing behaviours, and
oral hygiene of children with intellectual disabilities.
The research
method used a mixed-methods exploratory sequential design. The first phase was
a qualitative study using the Design Thinking Process, with sample 14 teachers,
38 parents, and 38 children with intellectual disabilities. The second phase
was a quantitative study, double-blind randomized controlled trial. The
intervention group received treatment using the tell-show-feel-do-based dental
health education model, while the control group received treatment using the
tell-show-do standard, with sample size 26 respondents in each group. The
intervention consisted of three sessions with a four-day interval between
sessions. Each session lasted 120 minutes and was conducted in small groups of
three to five children to ensure individual attention while maintaining the
benefits of group interaction. The pretest and post-test for each group were
administered 21 days apart. The results was analysed using bivariate and
multivariate tests.
Results showed that the use of the educational model was highly rated by users, with a high level of usefulness in assisting the teaching process and implementation of tooth-brushing behaviour. Quantitative research showed a significant difference (p<0 F=47.405,>
Kata Kunci : Model Edukasi Kesehatan Gigi berbasis Tell Show Feel Do, Pengetahuan, Perilaku Menyikat Gigi, Oral Hygiene, Anak dengan Disabilitas Intelektual