Subsidi Bidang Pertanian dan Diferensiasi Kelas Petani: Analisis Ketimpangan Penerimaan Manfaat di Desa Randu Alas
DIKA AYU WULANDARI, Puguh Prasetya Utomo, S.I.P., M.P.A., Ph. D.
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Tulisan ini membahas mengenai dampak kebijakan subsidi1 bidang pertanian yang dilihat dari perspektif kelas petani pedesaan. Subsidi pertanian yang peneliti soroti berfokus pada subsidi pupuk, benih, dan alat-alat pertanian. Perspektif kelas digunakan dalam melakukan analisis riset ini agar dapat membingkai dinamika petani di pedesaan dalam analisis relasi dominan dan eksploitasi antar petani yang seringkali dianggap homogen. Relasi kelas petani pedesaan tidak terlepas dari adanya hubungan patron-klien. Penelitian yang berkaitan dengan kelas-kelas petani di pedesaan telah banyak dilakukan, tetapi untuk dapat mendiferensiasikan kelas petani tidak dapat digeneralisasikan begitu saja, karena perbedaan lokus akan sangat memungkinkan bahwa kriteria kelas petaninya berbeda pula. Oleh karena itu, riset terkait bantuan dan subsidi dari pemerintah di bidang pertanian yang dilihat dari perspektif kelas petani perlu dilakukan untuk dapat menganalisa lebih lanjut terkait ketimpangan penerimaan manfaatnya. Riset ini berangkat dari studi kasus pemanfaatan bantuan pertanian di Desa Randu Alas2 yang sudah ada dari beberapa dekade yang lalu, namun tidak berdampak signifikan pada hasil pertanian dan kemakmuran petani dan justru melanggengkan patron untuk berkuasa.
Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan perolehan data menggunakan triangulasi, dengan menggabungkan beberapa metode pengumpulan data untuk memperoleh data yang berkualitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa yang paling diuntungkan dari adanya bantuan- bantuan di bidang pertanian yaitu para petani kapitalis yang didukung oleh kemudahan dalam melakukan akses secara administratif dan kemudahan mendapatkan informasi. Dengan demikian penelitian ini dapat menjawab bahwa petani di Desa Randu Alas terdiferensiasi ke kelas-kelas tertentu yang berdampak pada adanya pemanfaatan nilai lebih, kemudian penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan bahwa perlu untuk mempertimbangkan indikator lain dalam pengalokasian bantuan ataupun subsidi di bidang pertanian sehingga benar-benar dapat menyasar pada kelas petani yang paling membutuhkan terutama petani proletar.
This research discusses the impact of agricultural subsidy policies on rural farmers. The researcher focuses on subsidies for fertilizers, seeds, and agricultural tools. Even though farmers are often considered homogeneous, this research analysis uses the class perspective to frame the dynamics of farmers in rural areas in terms of dominant relations and exploitation. The class relations of rural farmers are inextricably linked to patron-client relationships. While many studies have examined farmer classes in rural areas, generalizing the differences between them is difficult because location can lead to different classification criteria. Therefore, further analysis of inequality in benefit distribution requires research on government assistance and subsidies in agriculture from the perspective of farmer class. This study is based on a case study of the utilization of agricultural assistance in Randu Alas Village. Despite being in place for several decades, this assistance has not significantly impacted agricultural yields or farmer prosperity. Instead, it has perpetuated patronage. This research uses a qualitative approach, collecting data through triangulation to obtain high- quality results. The results indicate that capitalist farmers are the primary beneficiaries of agricultural assistance due to administrative ease of access and access to information. Thus, this study shows that farmers in Randu Alas Village are divided into distinct classes, which affects the exploitation of surplus value. Policymakers can use this research to inform their decisions about allocating agricultural assistance or subsidies, ensuring that they target the farmers who need it most, particularly proletarian farmers.
Kata Kunci : subsidi pertanian, diferensiasi kelas, kebijakan, ketimpangan