Laporkan Masalah

Dukungan Sosial dan Krisis Identitas di Masa Transisi Mahasiswa: Studi Fenomenologis pada Mahasiswa FISIPOL Universitas Gadjah Mada

Gabriella Amanda Maharani Suryanto, Wahyu Kustiningsih, M.A.; Muhammad Najib Azca, Ph.D.; Oki Rahadianto Sutopo, Ph.D.

2025 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran dukungan sosial dalam menghadapi krisis identitas diri mahasiswa selama masa transisi ke dunia perkuliahan. Masa transisi merupakan periode krusial yang ditandai oleh perubahan peran sosial, tekanan akademik, serta ekspektasi lingkungan yang meningkat. Ketika mahasiswa tidak siap menghadapi perubahan tersebut, mereka rentan mengalami kebingungan identitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, untuk menggali pengalaman subjektif lima mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori peran (Role Theory) dan expectation states theory. Temuan penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas pada masa transisi muncul akibat benturan antara ekspektasi sosial, harapan pribadi, dan ketidakpastian arah hidup. Mahasiswa menghadapi tekanan dalam menjalankan berbagai peran secara simultan, seperti sebagai anak rantau, anak pertama, atau anggota organisasi. Kondisi ini menimbulkan ketegangan psikososial yang berdampak pada kestabilan identitas diri. Namun demikian, dukungan sosial yang berasal baik dalam bentuk emosional maupun instrumental, memiliki peran signifikan dalam membantu mahasiswa melewati fase krisis tersebut. Dukungan dari keluarga, teman sebaya, serta komunitas kampus menjadi sumber utama bagi mahasiswa dalam membangun kembali kepercayaan diri dan orientasi identitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri mahasiswa dibentuk melalui negosiasi sosial yang dinamis dan berlangsung dalam konteks struktural yang kompleks. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk menyediakan ruang reflektif dan dukungan psikososial agar mahasiswa dapat tumbuh secara utuh selama masa transisinya.

This study aims to understand the role of social support in managing identity crises among university students during their transitional period. The transition to college is a crucial stage marked by shifting social roles, academic pressures, and rising expectations. When students are unprepared for these changes, they become vulnerable to identity confusion. Using a qualitative phenomenological approach, this study explores the subjective experiences of five active students from the Faculty of Social and Political Sciences at Universitas Gadjah Mada. The research applies Role Theory and Expectation States Theory as analytical frameworks. The findings indicate that identity crises arise from the clash between social expectations, personal aspirations, and uncertainty about future direction. Students face stress from simultaneously managing multiple roles such as being a firstborn, a student, or a member of an organization which leads to psychosocial strain and identity instability. However, social support plays a critical role in helping students navigate this period. Emotional and instrumental support from family, peers, and campus communities fosters confidence and helps students realign their self-concepts. The study reveals that student identity is shaped through dynamic social negotiation within complex structural settings. Therefore, higher education institutions must create reflective and supportive environments to enable holistic student development during their transition. 

Kata Kunci : Kata Kunci: krisis identitas, masa transisi, mahasiswa, dukungan sosial, fenomenologi

  1. S1-2025-480457-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480457-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480457-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480457-title.pdf