Laporkan Masalah

Keagenan Perempuan dalam Aksi Corpse Messaging: Studi Pembunuhan Ritualistik oleh Perempuan Anggota Kartel di Meksiko

Refina Anjani Puspita, Dr. Luqman Nul Hakim, M.A.

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Skripsi ini mengkaji keterlibatan perempuan dalam aksi kekerasan untuk kartel narkoba di Meksiko, dengan fokus pada praktik corpse messaging oleh anggota perempuan kartel Sinaloa. Fenomena ini dibaca dalam konteks neoliberalisasi ekonomi pasca-NAFTA yang ditandai oleh runtuhnya sistem tanah komunal (ejido) serta ekspansi pabrik asing (maquiladoras) di wilayah perbatasan utara, khususnya Ciudad Juárez. Transformasi ini memperparah marjinalisasi ekonomi masyarakat lokal dan berkontribusi pada peningkatan kekerasan berbasis gender, termasuk feminisida. Sebagai respons, kartel muncul sebagai ruang alternatif yang menawarkan keamanan ekonomi maupun sosial bagi perempuan marjinal. 


Terdapat dua wacana dominan terkait keterlibatan perempuan dalam kekerasan kartel: pertama, terlepas dari tindakannya, peran perempuan dibaca dalam dikotomi korban/pelacur (victims/vamps); kedua, aksi kekerasan yang mereka lakukan dianggap menyimpang dari norma perempuan suci (marianismo). Menggunakan teori performativitas dari Judith Butler, skripsi ini berargumen bahwa keagenan perempuan kartel dalam melakukan kekerasan harus dianggap sah dan dipahami sebagai hasil dari proses diskursif dan performatif. Perempuan anggota kartel Sinaloa membentuk ulang identitas gender melalui praktik corpse messaging sebagai bagian dari ritus pemujaan kepada Santa Muerte. Dengan demikian, keterlibatan mereka dalam kekerasan menantang esensialisasi gender dan membuka ruang untuk memahami subjek perempuan sebagai hasil dari relasi kuasa yang kompleks dan kontekstual.

This thesis examines women's involvement in violent acts for drug cartels in Mexico, focusing on the practice of corpse messaging by female members of the Sinaloa cartel. This phenomenon is read in the context of post-NAFTA economic neoliberalization marked by the collapse of the communal land system (ejido) and expansion of foreign factories (maquiladoras) in the northern border region of Mexico, particularly Ciudad Juárez. This transformation exacerbates the economic marginalization of local communities and contributes to an increase in gender-based violence, including feminicide. In response, cartels emerge as an alternative space that offers economic and social security for marginalized women. 


There are two dominant discourses related to women's involvement in cartel violence: first, regardless of their actions, women's roles are read in the victims/vamps dichotomy; second, the violent acts they commit are considered as a deviation from the norm of sacred women (marianismo). Using Judith Butler's theory of performativity, this thesis argues that the agency of cartel women in committing violence must be considered legitimate and understood as the result of discursive and performative processes. Female members of the Sinaloa cartel reshape gender identity through corpse messaging practices as part of the Santa Muerte worship ritual. In doing so, their involvement in violence challenges the essentialization of gender and opens up space to understand the female subject as the result of complex and contextual power relations.

Kata Kunci : female agency in violence, corpse messaging, drug cartels, performativity, Mexico

  1. S1-2025-443091-abstract.pdf  
  2. S1-2025-443091-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-443091-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-443091-title.pdf