Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Perubahan Land Use Land Cover (LULC) Terhadap Land Surface Temperature (LST) di Kabupaten Semarang

Wiranto Aji Abimanyu, Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Kecamatan Ungaran Timur merupakan wilayah strategis di Kabupaten Semarang yang berkembang pesat sebagai kawasan penyangga Kota Semarang. Dengan luas sekitar 61,12 km² dan topografi beragam, wilayah ini mengalami perubahan tutupan lahan signifikan akibat urbanisasi, terutama peningkatan lahan terbangun yang disertai penurunan vegetasi. Perubahan ini berdampak pada kenaikan LST, yang memengaruhi kenyamanan termal dan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, pemantauan perubahan LULC dan LST secara spasial dan temporal menggunakan citra satelit Landsat 8 menjadi penting dalam mendukung strategi pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan utama, yaitu klasifikasi dan validasi LULC, pengolahan NDVI dan NDBI, estimasi LST, serta analisis hubungan antar variabel. Klasifikasi LULC menggunakan algoritma Random Forest di Google Earth Engine menghasilkan empat kelas utama, yaitu lahan terbangun, lahan terbuka, vegetasi rendah, dan vegetasi tinggi, dengan validasi menggunakan matriks konfusi. NDVI dan NDBI dihitung di QGIS untuk menggambarkan distribusi vegetasi dan kawasan terbangun, sedangkan LST dihitung menggunakan metode Mono-Window Algorithm dan divalidasi dengan data suhu udara dari BMKG. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan selama periode 2014 hingga 2024, Kecamatan Ungaran Timur mengalami peningkatan lahan terbangun sebesar 209,97 ha, yaitu dari 696,37 ha menjadi 906,34 ha, atau meningkat sekitar 30,15%. Perubahan ini sebagian besar berasal dari konversi vegetasi tinggi dan rendah, dengan perubahan mencolok pada Desa Kalongan, Leyangan, dan Gedanganak. Peningkatan lahan terbangun berkontribusi pada kenaikan LST hingga hampir 3°C, terutama pada area yang mengalami penurunan vegetasi. Analisis korelasi menunjukkan NDVI memiliki hubungan negatif kuat terhadap LST, sedangkan NDBI menunjukkan korelasi positif yang semakin menguat dari tahun 2014 ke 2024, menandakan bahwa peningkatan kawasan terbangun berdampak signifikan terhadap peningkatan suhu permukaan.

East Ungaran District, a strategic area in Semarang Regency, has experienced rapid development as a buffer zone for Semarang City. Covering approximately 61,12 km² with diverse topography, this region has undergone significant land cover changes due to urbanization, notably the expansion of built-up areas and reduction of vegetation. These changes have contributed to the rise in LST, impacting on thermal comfort and environmental quality. This study aims to monitor the spatial and temporal dynamics of LULC and LST using Landsat 8 satellite imagery as a basis for sustainable development planning. The research consists of four main stages, LULC classification and validation, calculation of NDVI and NDBI, LST estimation, and analysis of inter-variable relationships. LULC classification was conducted using the Random Forest algorithm on the Google Earth Engine platform, producing four main classes: built-up land, open land, low vegetation, and high vegetation, with validation through a confusion matrix. NDVI and NDBI were calculated in QGIS to illustrate vegetation and built-up area distribution, while LST was estimated using the Mono-Window Algorithm and validated with ground temperature data from BMKG. Correlation and linear regression analyses were employed to explore relationships among variables. The results indicate that from 2014 to 2024, East Ungaran District experienced an increase in built-up land by 209,97 hectares, from 696.37 hectares in 2014 to 906.34 hectares in 2024, representing a growth of approximately 30.15%. This expansion primarily resulted from the conversion of high and low vegetation, with significant changes occurring in Kalongan, Leyangan, and Gedanganak villages. This expansion of built-up land contributed to an increase in LST of up to nearly 3°C, particularly in areas with vegetation loss. Correlation analysis revealed a strong negative relationship between NDVI and LST, while NDBI showed a progressively stronger positive correlation with LST from 2014 to 2024, indicating the significant impact of urbanization on surface temperature rise.

Kata Kunci : Penggunaan Lahan, Suhu Permukaan Tanah, NDVI, NDBI

  1. S1-2025-482784-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482784-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482784-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482784-title.pdf