Peran Penyuluh Pertanian terhadap Implementasi Program Lumbung Mataraman dalam Pemenuhan Ketahanan Pangan Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Sleman
Anis Latifah, Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D ; Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. ; Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D
2025 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Program Lumbung Mataraman merupakan inisiatif lokal berbasis rumah tangga yang memanfaatkan lahan pekarangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan. Peran penyuluh krusial sebagai fasilitator, inovator, motivator komunikator, serta mediator antara kelompok wanita tani dan pemangku kepentingan, guna memastikan implementasi program berjalan efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam implementasi Program Lumbung Mataraman di kelompok wanita tani Kabupaten Sleman, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi dan pengaruh peran penyuluh terhadap ketahanan pangan kelompok wanita tani. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Kapanewon Sleman dan Kapanewon Godean. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis statistik deskriptif dengan sampel penelitian sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan kurang dari 50% yaitu sebesar 43,33% anggota kelompok wanita tani menyatakan peran penyuluh pertanian dalam implementasi Program Lumbung Mataraman tinggi. Faktor-faktor yang terbukti signifikan memengaruhi peran penyuluh antara lain tingkat pendidikan, pengalaman bertani, interaksi dengan penyuluh, dan kedekatan hubungan antara penyuluh dan anggota KWT, sedangkan akses terhadap sumber informasi tidak berpengaruh signifikan. Peran penyuluh berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan kelompok wanita tani di Kabupaten Sleman.
The Lumbung Mataraman Program is a local, household-based initiative that utilizes home gardens as an effort to strengthen food security. The role of agricultural extension workers is crucial as facilitators, innovators, motivators, communicators, and mediators between women farmer’s groups (KWT) and stakeholders to ensure that the program is implemented effectively, adaptively, and sustainably. This study aims to examine the role of agricultural extension workers in the implementation of the Lumbung Mataraman Program within women's farmer groups in Sleman Regency, analyze the factors influencing the role of extension workers, and assess the influence of their role on food security among these groups. The research was conducted in Kapanewon Sleman and Kapanewon Godean. The method used is descriptive quantitative, employing descriptive statistical analysis with a sample of 60 respondents selected through simple random sampling. The research results show that less than 50%, specifically 43,33%, of the members of the women farmer groups stated that the role of agricultural extension workers in the implementation of the Lumbung Mataraman Program was high. Significant factors influencing the role of extension workers include education level, farming experience, interaction with extension workers, and the closeness of the relationship between extension workers and KWT members, as well as access to information sources was found to have no significant effect. The role of agricultural extension workers has a positive and significant influence on the food security of women farmer’s groups in Sleman Regency.
Kata Kunci : peran, penyuluh pertanian, ketahanan pangan, Lumbung Mataraman, Kelompok Wanita Tani, Sleman