Pengaruh Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital terhadap Return Saham perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Wahyu Prasetyo, Dra. Sufitri, MM.
2025 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN
Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh kinerja keuangan bank berdasarkan pendekatan RGEC
(Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital) terhadap
return saham bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) periode 2021–2024. Kinerja keuangan berdasarkan RGEC digunakan sebagai
tolok ukur kesehatan bank yang juga berfungsi sebagai sinyal bagi investor
dalam menilai potensi dan risiko investasi pada saham sektor perbankan.
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel model
Fixed Effect yang diestimasi melalui EGLS dengan koreksi White diagonal.
Variabel independen terdiri atas NPL dan LDR untuk Risk Profile, skor
self-assessment GCG, ROA dan NIM untuk Earnings, serta CAR untuk Capital.
Return saham digunakan sebagai variabel dependen.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa NPL, GCG, dan NIM berpengaruh negatif signifikan
terhadap return saham. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya rasio kredit
bermasalah, margin bunga yang tinggi, serta penurunan skor GCG menjadi sinyal
penting yang direspons negatif oleh investor. Sementara itu, LDR, ROA, dan CAR
tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan
bahwa variabel RGEC mampu menjelaskan sebagian variasi return saham, meskipun
masih terdapat faktor eksternal lain yang turut memengaruhi.
Temuan ini menegaskan bahwa indikator RGEC, khususnya yang berkaitan
dengan risiko dan tata kelola, berperan penting dalam pembentukan persepsi
pasar terhadap saham perbankan. Pemahaman terhadap indikator ini dapat membantu
investor dalam mengambil keputusan yang lebih akurat dan mendorong manajemen
bank untuk menjaga kinerja keuangan secara berkelanjutan.
This study aims to analyze the effect of bank financial performance
based on the RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and
Capital) method on stock returns of conventional commercial banks listed on the
Indonesia Stock Exchange for the period 2021–2024. The RGEC framework is a
standard regulatory tool used to assess bank soundness, which also serves as a
critical signal for investors in evaluating risk and return prospects in the
banking sector.
This research adopts a quantitative approach
using panel data regression with the Fixed Effect Model, estimated through EGLS
and White robust standard errors. The independent variables include
Non-Performing Loan (NPL) and Loan to Deposit Ratio (LDR) as proxies for Risk
Profile; self-assessment scores for GCG; Return on Assets (ROA) and Net
Interest Margin (NIM) for Earnings; and Capital Adequacy Ratio (CAR) for
Capital. The dependent variable is stock return.
The findings reveal that NPL, GCG, and NIM have a
statistically significant negative effect on stock returns. This implies that
poor asset quality, high interest margins, and better corporate governance
scores (which indicate lower risk) influence investor perceptions and reduce
stock attractiveness. Conversely, LDR, ROA, and CAR show no significant impact.
The coefficient of determination indicates that RGEC components partially
explain variations in stock returns, while other external factors, such as macroeconomic
conditions and market sentiment, also contribute.
These results highlight the importance of financial transparency and sound bank management in maintaining investor confidence and ensuring market stability. Understanding RGEC indicators can aid investors in making informed decisions and help bank management and regulators enhance performance and governance quality.
Kata Kunci : RGEC, return saham, kinerja keuangan bank, NPL, GCG, NIM, Bursa Efek Indonesia.