Analisis Pengaruh Kaca Jendela Terhadap Efisiensi Energi Dan Periode Pengembalian Investasi Pada Bangunan Apartemen Di Bandung
Ibtihal Haniah Guston, Dr. Eng. Ir. Mohammad Kholid Ridwan, S.T., M.Sc., IPU.; Sandhi Adhi Baskara, S.T., M.Eng.
2025 | Skripsi | FISIKA TEKNIK
Didorong oleh meningkatnya konsumsi energi di sektor bangunan, serta urgensi penerapan konsep bangunan hijau, penelitian ini dilaksanakan. Kajian ini berfokus pada analisis pengaruh penggunaan berbagai jenis kaca jendela terhadap efisiensi energi pada bangunan apartemen di Bandung. Selain itu, penelitian juga meninjau periode pengembalian investasi sebagai aspek penting dalam pemilihan solusi kaca jendela yang tepat.
Metode yang digunakan adalah simulasi termal dinamis dengan perangkat lunak Integrated Environmental Solutions Virtual Environment (IESVE). Model bangunan apartemen tinggi dirancang dengan persentase Window to Wall Ratio (WWR) sebesar 34?n luas kaca 2916 m2 serta menggunakan data cuaca riil untuk lokasi Bandung tahun 2007–2021. Beberapa skenario konfigurasi kaca—termasuk kaca bening, berwarna, reflektif, dan low-e—diterapkan pada model.
Hasil simulasi menunjukkan adanya hubungan kuat antara beban pendinginan dengan Solar Heat Gain Coefficient (SHGC), namun tidak demikian dengan U-value. Ditemukan penurunan beban pendinginan paling tinggi adalah sebesar 27,52% oleh konfigurasi kaca 6/12/6 T-Sunlux CS108+Udara+ T-Sunlux CS108 jika dibandingkan dengan kaca tunggal Indoflot. Periode pengembalian investasi tersingkat pada konfigurasi tunggal adalah kaca tunggal T-Sunlux CS108 pada 2,79 tahun, sedangkan pada kaca ganda adalah 6/12/6 T-Sunlux CS108+Udara+ Indoflot pada 4,12 tahun.
Driven by the increasing energy consumption in the building sector and the urgency of implementing green building concepts, this study was conducted. The research focuses on analyzing the impact of using various types of window glass on energy efficiency in apartment buildings in Bandung. In addition, the study also examines the payback period as a critical aspect in choosing the appropriate window glass solution.
The method employed is dynamic thermal simulation using the Integrated Environmental Solutions Virtual Environment (IESVE) software. A high-rise apartment building model was designed with a Window to Wall Ratio (WWR) of 34%, a glass area of 2.916 m², and real weather data from Bandung for the years 2007–2021. Several glass configuration scenarios—including clear, tinted, reflective, and low-e glass—were applied to the model.
The simulation results show a strong correlation between cooling load and Solar Heat Gain Coefficient (SHGC), but not with U-value. The greatest reduction in cooling load, 27.52%, was achieved using the 6/12/6 T-Sunlux CS108 + Air + T-Sunlux CS108 configuration compared to single-pane Indoflot glass. The shortest payback period for single-pane T-Sunlux CS108 glass was 2.79 years, while for double-pane glass, the shortest payback period was 4.12 years with the 6/12/6 T-Sunlux CS108 + Air + Indoflot configuration.
Kata Kunci : kaca jendela, beban pendinginan, waktu pengembalian, efisiensi energi, bangunan hijau.