Analisis Isi Kualitatif Objektifikasi Perempuan dalam Konten Video Media Sosial Tiktok Milik Akun Resmi Tiktok Klub Onic E-Sports Indonesia
JELANG PURNAYUDHA MUBARAK, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.I.P., M.Si.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis objektifikasi perempuan dalam konten video TikTok milik Klub Onic E-sport Indonesia, khususnya melalui peran brand ambassador perempuan. Fokus penelitian terletak pada bagaimana tubuh dan peran perempuan dihadirkan secara visual. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis isi kualitatif menurut Klaus Krippendorff, dengan teori objektifikasi yang dirumuskan Rae Langton sebagai landasan, yang mencakup tiga aspek utama: reduksi menjadi tubuh, reduksi menjadi penampilan, dan pembungkaman. Melalui analisis terhadap lima konten yang dipilih secara purposif, ditemukan bahwa brand ambassador perempuan ditampilkan secara dominan sebagai objek visual tanpa narasi aktif atau peran substantif. Kamera yang cenderung sering menyorot bagian tubuh tertentu, sementara brand ambassador Klub Onic E-sports tidak diberikan ruang untuk berbicara atau menyampaikan pesan dalam konten video dalam akun resmi Onic E-sports . Penelitian ini menemukan bahwa dalam konten video akun resmi tiktok milik Klub Onic E-sport cenderung muncul adanya unsur objektifikasi perempuan dalam konten yang ditujukan untuk menyampaikan pesan promosi maupun tidak dan perlu ditinjau ulang agar lebih etis dan representatif.
This study aims to analyze the objectification of women in TikTok video content published by the official account of Onic E-sport Indonesia, particularly through the role of female brand ambassadors. The research focuses on how women's bodies and roles are visually portrayed. The method used is qualitative content analysis based on Klaus Krippendorff’s framework, with Rae Langton’s theory of objectification as the main foundation. Langton outlines three key aspects of objectification: reduction to the body, reduction to appearance, and silencing. Through the analysis of five purposively selected video contents, the study found that female brand ambassadors are predominantly presented as visual objects, lacking active narration or substantive roles. The camera frequently focuses on specific parts of the body, while the ambassadors are not given space to speak or deliver any messages within the content. The findings indicate that objectification of women tends to occur in both promotional and non-promotional videos on Onic E-sport’s official TikTok account, highlighting the need for more ethical and representative content practices.
Kata Kunci : Kata kunci: Analisis konten kualitatif, brand ambassador, objektifikasi perempuan / Keywords: Qualitative Content Analysis, brand ambassador, women objectification.