Eksplorasi Perkembangan dan Bentuk Kelekatan Penggemar Idola Korean Pop dalam Hubungan Parasosial: Studi pada Remaja dan Dewasa Muda
AYESHA, Praditya Putri Pertiwi, S. Psi., Ph. D
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Teori kelekatan yang dikembangkan oleh Bowlby kini fokus pembahasannya berkembang tidak hanya antara individu dengan orang tua saja. Di Indonesia, gelombang Korean pop (K-pop) yang marak cukup berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu fenomena yang muncul di era digitalisasi adalah fenomena hubungan parasosial idola K-pop. Sesuai dengan teori neo-ekologikal, bukan hal yang tidak mungkin individu dapat membentuk kelekatan dengan idola K-pop yang menjadi bagian dari lingkungan microsystem-nya yang dekat dengan dirinya. Penelitian ini mengeksplorasi terkait perkembangan dan pola kelekatan penggemar idola K-pop dalam hubungan parasosial yang dibentuk individu masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan data primer melalui sesi FGD dan wawancara bersama 6 partisipan penggemar K-pop. Terdapat enam tema temuan dalam penelitian ini. Dua di antaranya mencakup proses perkembangan kelekatan partisipan terhadap idola K-pop mulai dari tahap awal ketertarikan, proses penguatan ikatan, adanya kelekatan berkelanjutan, hingga latar belakang serta perubahan yang dialami sebagai penggemar K-pop. Keempat tema lainnya menjelaskan perilaku kelekatan sebagai penggemar, mulai dari perilaku yang menunjukkan ikatan emosional dan kedekatan, idola sebagai sumber inspirasi dan referensi, adanya interaksi berkelanjutan dan keterlibatan dalam komunitas penggemar, serta ikatan atau koneksi simbolik dengan idola dalam bentuk merchandise.
The attachment theory developed by Bowlby has now evolved beyond focusing solely on relationships between individuals and their parents. In Indonesia, the widespread of Korean pop (K-pop) wave significantly impacts society. One phenomenon emerging in the digitalization era is the parasocial relationship with K-pop idols. According to the neo-ecological theory, it is not impossible for individuals to form attachments with K-pop idols who become part of their microsystem and feel close to them. Therefore, this study aims to explore the development and pattern of attachment behaviour towards K-pop idol in parasocial relationship formed by Indonesian individuals. This research was conducted using a descriptive qualitative method, with primary data collected through FGD sessions and interviews with 6 participants. Six themes was identified in which two of them focusing on the development of attachment in participants towards K-pop idols, from the initial attraction, strengthening process of the bonding, long-term attachment, and factors and changes as a K-pop fan. Four other themes explained about the attachment behaviour as a fan, including behaviours depicting emotional bonding and closeness, idols as a source of inspiration and references, perpetual interactions and engagement in fan-community, along with symbolic bonding or connection with K-pop idols through merchandise.
Kata Kunci : Hubungan parasosial, interaksi parasosial, kelekatan, penggemar Korean pop