Laporkan Masalah

Konstruksi Penamaan Teroris melalui FTO Designation: Implikasi Penetapan Hamas sebagai Organisasi Teroris terhadap Dinamika Perjuangan Palestina

Gracia Ayni Warella, Prof. Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, S.I.P., M.A.(IR)

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Konflik Israel-Palestina adalah konflik berkepanjangan dan multidimensi, di mana Hamas menjadi salah satu aktor yang memainkan peran penting dalam politik dan perlawanan Palestina. Studi ini mengkaji penetapan Hamas sebagai “organisasi teroris” oleh Amerika Serikat melalui Foreign Terrorist Organization (FTO) Designation serta dampaknya terhadap dinamika perjuangan Palestina. Topik ini signifikan untuk diteliti karena FTO Designation sebagai kebijakan luar negeri AS berperan signifikan dalam mengonstruksi narasi global yang mendefinisikan Hamas sebagai “organisasi teroris.” 

Sejak dicantumkan sebagai FTO pada 1997, berbagai negara dan aktor internasional turut mengadopsi kebijakan serupa sehingga mempersempit ruang gerak Hamas di level internasional dan memperparah kondisi di Palestina. Dengan menerapkan teori politics of naming, studi ini berargumen bahwa FTO Designation telah dijadikan sarana politik oleh pemerintah AS untuk melemahkan gerakan perlawanan sekaligus melegitimasi kekerasan Israel dalam konflik. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses penetapan FTO tidak semata-mata didasarkan pada kriteria hukum, melainkan juga dipengaruhi oleh kepentingan strategis dan kedekatan Amerika Serikat-Israel. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman mengenai bagaimana politik penamaan memperumit resolusi konflik di Timur Tengah, mengkritisi dominasi perspektif Barat dalam studi terorisme, serta mengungkap bias dalam sistem internasional yang masih berorientasi pada negara.

The Israeli–Palestinian conflict is a longstanding and multidimensional conflict, in which Hamas plays a significant role in both Palestinian politics and resistance. This study examines the designation of Hamas as a “terrorist organization” by the United States through the Foreign Terrorist Organization (FTO) Designation and its impact on the dynamics of the Palestinian struggle. This topic is crucial to explore, as the FTO Designation, as an instrument of U.S. foreign policy, has played a central role in shaping the global narrative that frames Hamas as a “terrorist” entity.

Since Hamas was listed as an FTO in 1997, several countries and international actors have adopted similar policies, thereby restricting Hamas’s global presence and exacerbating the situation in Palestine. Using the politics of naming theory, this research argues that the FTO Designation has functioned as a political tool used by the U.S. government to undermine the Palestinian resistance while legitimizing Israeli violence in the conflict. The findings reveal that the FTO listing process is influenced not only by legal criteria but also by strategic interests and the close U.S.–Israel relationship. This study contributes to a deeper understanding of how naming practices complicate conflict resolution in the Middle East, challenge Western dominance in the study of terrorism, and expose the state-centric bias of the international system.

Kata Kunci : Hamas, FTO Designation, politik penamaan, gerakan perlawanan, Amerika Serikat

  1. S1-2025-474895-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474895-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474895-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474895-title.pdf