Perancangan Pendingin Absorpsi Memanfaatkan Panas Buang Insinerator Limbah Medis Untuk Penyediaan Pendinginan Distrik
FAIQ HAZIM, Dr. Eng. Ir. M. Kholid Ridwan, S.T., M.Sc., IPU., GP; Ir. M. Yayan Adi Putra, S.T., M.Eng., IPM.
2025 | Skripsi | FISIKA TEKNIK
Kenaikkan suhu permukaan bumi masih berlangsung pada
beberapa tahun terakhir. Efek UHI memperparah dampak pemanasan di perkotaan,
sehingga meningkatan kebutuhan pengkondisian udara khususnya di wilayah tropis.
Penggunaan AC kompresi individual perlahan
justru meningkatkan efek UHI serta kebutuhan energi di perkotaan.
Energi termal hasil pembakaran limbah B3 medis yang kerap belum terkelola di
Indonesia dapat dimanfaatkan menggunakan mesin pendingin absorpsi untuk menghasilkan pendinginan distrik, khususnya
di kawasan rumah sakit
termasuk bangunan residensial dan perkantoran di sekitarnya.
Pada penelitian ini dilakukan perhitungan energi termal
pada flue gas hasil reaksi pembakaran limbah B3 medis berdasarkan kesetimbangan massa dan energi serta stoikiometri sesuai komposisi
elemental bahan. Performa pendingin absorpsi didekati dengan model termodinamika dan dihitung menggunakan perangkat lunak EES.
Keuntungan dari penyediaan pendinginan distrik memanfaatkan energi alternatif
tersebut dievaluasi menggunakan beberapa indikator ekonomi.
Rancangan pendingin absorpsi SDE memanfaatkan panas flue gas hasil pembakaran limbah medis menghasilkan
kapasitas pendinginan 1,667 MWcooling dengan COP 1,035. Pendinginan kawasan rumah sakit menggunakan rancangan
sistem
menawarkan LCoC ? 327 Rp/kWhcooling, NPV hingga 36,14 miliar rupiah, IRR hingga 19%, serta DPP di atas 5,21 tahun untuk jarak distribusi
0,3–1,4 km. Nilai tersebut cukup bersaing dengan AC kompresi, tetapi masih
diperlukan tambahan kapasitas agar pendinginan distrik lebih menarik secara
investasi.
Earth's surface temperature has slowly increased for some
recent years. Urban areas feel hotter because of the UHI effect, this increases
air conditioning demand especially in tropical countries. Individual
compression AC slowly increases UHI’s intencity and energy demand.
Thermal energy from medical waste combustion which not managed
properly in Indonesia, can be utilized using absorption chiller to produce
district cooling, especially for hospital areas and surrounding buildings.
In this study, thermal energy calculation of the flue gas
from hazardous medical waste combustion is based on mass-energy balances and
stoichiometry according to the waste’s elemental composition. Absorption
chiller performance approximated by thermodynamic models and calculated using
EES software. The economic benefits of district cooling using this alternative
energy are evaluated using some economic indicators.
This single-double effect
LiBr absorption chiller
could produce about 1.667
MWcooling capacities with COP of 1.035 using the heat of medical waste
combustion flue gas from the incinerator. DCS for
hospital area offers LCoC ? 327 Rp/kWhcooling, NPV up to 36.14 billion rupiah,
IRR up to 19%, and DPP above
5.21 years for 0.3–1.4 km distances. These are
quite competitive to compression ACs, but additional capacity
is still needed
to make DCS more
attractive for investment.
Kata Kunci : Pengkondisian Udara, Pendingin Absorpsi, Insinerator, Pendinginan Distrik, Biaya Pendinginan