Kajian Filosofi Alon-Alon Waton Kelakon dalam Eksistensi Transportasi Andong di Kota Yogyakarta
Diki Yudha Bagos Saputra, Drs. Budisutrisna, M.Hum.; Fitri Alfariz, S.Fil., M.Phil.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Transportasi andong merupakan salah satu ikon budaya dan sarana transportasi tradisional yang masih eksis di Kota Yogyakarta, meskipun menghadapi persaingan dengan moda transportasi modern. Fenomena ini menarik untuk dikaji secara filosofis, khususnya melalui filosofi Jawa alon-alon waton kelakon yang merefleksikan semangat optimisme bahwa segala sesuatu akan tercapai asal dijalani dengan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keberadaan transportasi andong di Yogyakarta berdasarkan filosofi alon-alon waton kelakon, serta mengkaji nilai-nilai tersebut dalam konteks filsafat Nusantara dan kearifan lokal.
Metode yang digunakan meliputi studi kepustakaan dan penelitian lapangan, termasuk observasi, wawancara dengan kusir andong, dan survei kuesioner kepada penumpang. Data dianalisis menggunakan pendekatan refleksi kritis, yaitu dengan menghubungkan temuan empiris di lapangan dengan konsep-konsep filosofis yang relevan. Pendekatan ini digunakan untuk memahami bagaimana nilai-nilai dalam filosofi tersebut tidak hanya wacana, tetapi juga terwujud dalam praktik keseharian pelaku transportasi andong serta pengalaman para penumpangnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi alon-alon waton kelakon mengandung nilai etis dan metafisis yang tercermin dalam praktik keseharian pelaku transportasi andong. Nilai tersebut memperkuat eksistensi andong meskipun mengalami perubahan fungsi, terutama sebagai sarana transportasi wisata. Kendati demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, sehingga diperlukan adaptasi berlandaskan nilai-nilai lokal agar transportasi ini tetap lestari.
Andong transportation is one of the cultural icons and traditional transport that still exist in Yogyakarta City, despite facing competition from modern transportation modes. This phenomenon is interesting to study philosophically, particularly through the Javanese philosophy of alon-alon waton kelakon, which reflects an optimistic spirit that everything will be achieved as long as it is pursued consistently. This study aims to explain the existence of andong transportation in Yogyakarta based on the philosophy of alon-alon waton kelakon, as well as to examine these values in the context of Nusantara philosophy and local wisdom.
The methods employed include literature review and field research, involving observations, interviews with andong drivers, and surveys with passengers. Data were analyzed using a critical reflection approach, connecting empirical findings in the field with relevant philosophical concepts. This approach, was used to understand how the values within this philosophy are not merely theoretical but are also manifested in the daily practices of andong transportation itself and the experiences of their passengers.
The results indicate that the philosophy of alon-alon waton kelakon contains ethical and metaphysical values reflected in the daily practices of andong transportation. The ethical values include diligence, patience, and commitment to the process. The metaphysical values involve an awareness that everything in life proceeds gradually according to its process, thus humans need to accept and appreciate each stage. These values strengthen the existence of andong transportation despite changes in function, particularly as transportation for tourism. Nevertheless, various challenges remain, requiring adaptations based on local values to ensure the sustainability of this transportation mode.
Kata Kunci : Transportasi Andong, Filosofi Alon-Alon Waton Kelakon, Optimisme, Filsafat Nusantara, Kearifan Lokal