Laporkan Masalah

Strategi Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Marang Batuah di Kota Palangka Raya

Afifah Mukti, Ir. Wiyono, S.Hut., M.Si.

2025 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Terbatasnya kapasitas kelompok tani dalam mengelola kawasan hutan menyebabkan ketidak optimalan program perhutanan sosial yang diterapkan oleh pemerintah. Salah satu kelompok tani hutan yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah yaitu KTH Marang Batuah yang mengelola kawasan hutan kemasyarakatan seluas 3.046 Ha. Penentuan lokasi berdasarkan kriteria bahwa KTH Marang Batuah merupakan KTH yang baru terbentuk dan membutuhkan strategi untuk penguatan kapasitas kelompok tani hutan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap keberhasilan pengelolaan KTH Marang Batuah meliputi aspek kelembagaan, kawasan, usaha dan merumuskan strategi yang tepat guna penguatan kapasitas KTH Marang Batuah secara berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil data menggunakan analisis SWOT diketahui terdapat 4 faktor kekuatan, 5 faktor kelemahan, 4 faktor peluang, dan 4 faktor ancaman yang berpengaruh terhadap keberhasilan pengelolaan KTH Marang Batuah. Berdasarkan hasil pembobotan pada Matriks IFE dan EFE, diperoleh nilai total masing-masing sebesar 1,48 dan 1,55. Hasil nilai tersebut menunjukkan bahwa posisi KTH Marang Batuah berada pada Kuadran I dalam diagram SWOT, yang berarti kelompok memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang kuat. Oleh karena itu, pendekatan strategi yang sesuai adalah strategi agresif atau strategi S-O (Strength – Opportunities) meliputi, (1) Mengoptimalkan legalitas resmi dan penyusunan dokumen kelembagaan; (2) Kemitraan multipihak untuk penguatan kelembagaan usaha; (3) Optimalisasi teknologi partisipatif untuk penataan batas dan pemantauan kawasan; (4) Meningkatkan partisipasi anggota melalui pembentukan KUPS; (5) Digitalisasi pemasaran dan akses pasar.

Limited managerial capacity among community forest farmer groups remains a major constraint in the effective implementation of Indonesia’s social forestry program. This study examines the Marang Batuah Community Forest Farmer Group (KTH Marang Batuah) in Palangka Raya, Central Kalimantan, which manages a 3,046-hectare community forest area. This group was selected as the research site based on the criterion that KTH Marang Batuah is newly established and in need of capacity-strengthening strategies. The study aims to identify the internal and external factors influencing the group's performance, specifically in terms of institutional development, land management, and business activities to formulate sustainable capacity-building strategies. Data were collected through field observations, interviews, and document analysis. A SWOT analysis identified four strengths, five weaknesses, four opportunities, and four threats affecting the group’s performance. The Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrices yielded total scores of 1.48 and 1.55, respectively, placing the group in Quadrant I of the SWOT matrix, which indicates strong internal capabilities and favorable external opportunities. According to the situation, the appropriate strategy is an aggressive or Strength–Opportunity (S-O) approach, which includes: (1) Optimizing formal legality and the preparation of institutional documents; (2) Establishing multi-stakeholder partnerships to strengthen institutional and business capacity; (3) Optimizing participatory technology for boundary delineation and forest area monitoring; (4) Enhancing member participation through the establishment of Social Forestry Business Groups (KUPS); and (5) Promoting digital marketing and expanding market access.

Kata Kunci : Perhutanan Sosial, Kelompok Tani Hutan, Penguatan Kapasitas, SWOT

  1. D4-2025-474827-abstract.pdf  
  2. D4-2025-474827-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-474827-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-474827-title.pdf