PENGARUH POPULISME TERHADAP INDEKS DEMOKRASI EGALITER: STUDI KASUS PERBANDINGAN INDIA DI ERA INDIRA GANDHI DAN NARENDRA MODI
Ditya Rasyadiputra Avrizal, Dr. Randy Wirasta Nandyatama, S.I.P., M.Sc.
2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Skripsi ini meneliti pengaruh populisme terhadap indeks komponen demokrasi egalitarian di India, dengan membandingkan kasus Indira Gandhi dan Narendra Modi. Meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa populisme berpengaruh negatif terhadap berbagai indeks demokrasi, hubungannya dengan demokrasi egalitarian masih belum dapat disimpulkan. Dengan menggunakan pendekatan mixed-method, menggabungkan data dari database Varieties of Democracy (V-Dem) dan analisis kualitatif terhadap narasi dan kebijakan politik, penelitian ini menemukan dampak yang kontras. Populisme Indira Gandhi-yang dicirikan oleh nasionalisme civic dan kebijakan sosialis yang berpihak pada kaum miskin-berkorelasi dengan peningkatan indeks demokrasi egalitarian, sedangkan populisme Narendra Modi-yang berakar pada nasionalisme ethnic Hindu sebagai ideologi utama yang membentuk hasil dari pemerintahan populis, menyatakan bahwa definisi “the people” yang berorientasi pada kewarganegaraan cenderung mendorong kebijakan yang inklusif, sementara definisi ethnic memperburuk eksklusi sosial. Dengan mengeksplorasi mekanisme yang digunakan nasionalisme untuk memediasi pengaruh populis, penelitian ini mengisi kesenjangan penting dalam literatur dan menawarkan penjelasan kontekstual tentang bagaimana fenomena populis berdampak pada kesetaraan di India dan, secara lebih lanjut, bagaimana populis berdampak pada aspek demokrasi egalitarian secara umum.
This thesis examines the influence of populism on the egalitarian component index of democracy in India, comparing the cases of Indira Gandhi and Narendra Modi. While previous research has shown populism to negatively affect various democratic indices, its relationship with egalitarian democracy remains inconclusive. Utilizing a mixed-method approach, combining data from the Varieties of Democracy (V-Dem) dataset and qualitative analysis of political narrative and policies, this research finds a contrasting impact. Indira Gandhi’s populism–characterized by civic nationalism and pro-poor socialist policies–correlates with an increase in the egalitarian index, whereas Narendra Modi’s populism–rooted in Hindu ethnic nationalism as a key host ideology shaping the outcomes of populist governance, arguing that civic-oriented definitions of “the people” tend to foster inclusive policies while ethnic definitions exacerbate social exclusion. By exploring the mechanisms through which nationalism mediates populist influence, the research fills a critical gap in the literature and offers a contextual explanation as to how the populist phenomenon impacts equality in India and, to a further extent, how populism impacts the egalitarian aspect of democracy.
Kata Kunci : Populisme, Demokrasi Egalitarian, Nasionalisme, India, Indira Gandhi, Narendra Modi