Laporkan Masalah

ANALISIS KOMPONEN TEKNOLOGI INDUSTRI MENGGUNAKAN METODE TEKNOMETRIK (Studi Kasus di Industri Kecil Menengah (IKM) Aluminium Alat Rumah Tangga Kecamatan Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta)

Roria Angelina Elfidalusi Pakpahan, Prof. Ir. Alva Edy Tantowi, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng

2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Industri Kecil Menengah (IKM) aluminium di Kecamatan Umbulharjo merupakan salah satu industri kerajinan yang memiliki kontribusi bagi perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta. IKM tersebut tergabung dalam Koperasi Umbuljaya dan Asosiasi Pengusaha Aluminium Yogyakarta (Aspayo) dengan jumlah pengrajin 153 orang. Namun, berbagai permasalahan seperti krisis, bencana alam yaitu gempa pada tahun 2006, serta persaingan yang ketat mengakibatkan jumlah pengrajin semakin berkurang, yaitu tersisa 96 pengrajin aktif dari total 153 orang. Selain itu, IKM ini belum banyak berkembang dalam hal inovasi dan desain produk. Mayoritas pengrajin berkutat pada produksi alat rumah tangga yang sederhana. Mengingat pentingnya teknologi dalam menghadapi persaingan, perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui performa teknologi di suatu industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan teknologi di IKM aluminium Kecamatan Umbulharjo, khususnya pengrajin alat rumah tangga. Analisis dilakukan dengan menggunakan model teknometrik yang dikembangkan oleh United Nation-Economic And Social Commission for Asia Pacific (UNESCAP). Menurut UNESCAP, teknologi terdiri dari empat komponen yaitu technoware, humanware, inforware, dan orgaware yang berinteraksi secara dinamis suatu proses transformasi. Lebih lanjut, studi ini dimaksudkan untuk menyusun usulan kegiatan pengembangan teknologi pada IKM aluminium di Kecamatan Umbulharjo menggunakan analisis gap. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi dari setiap komponen teknologi dari IKM aluminium alat rumah tangga di Kecamatan Umbulharjo adalah sebagai berikut: IKM aluminium alat rumah tangga kelompok proses cetakan keramik memiliki nilai TCC berada pada kisaran 0,24-0,7 sedangkan kelompok proses cetakan pasir memiliki nilai TCC berada pada kisaran 0,19-0,34. Hal ini berarti baik IKM tersebut memiliki kandungan teknologi rendah sampai teknologi baik. Berdasarkan studi yang dilakukan, perlu dilakukan kegiatan pengembangan teknologi pada IKM aluminium alat rumah tangga di Kecamatan Umbulharjo. Pada technoware perlu dilakukan pengadaan komputer untuk desain produk dan pemanfaatan secara maksimal fasilitas di Unit Pelayanan Teknis (UPT) logam. Pada humanware perlu dilakukan pelatihan dasar menggambar produk, pelatihan membuat pola, serta pelatihan reparasi mesin. Pada infoware perlu diadakan pembuatan SOP, sedangkan pada orgaware perlu dilakukan pembinaan manajerial dan membangun kemitraan dengan perusahan menengah/besar.

Kata Kunci : Technoware, Humanware, Infoware, Orgaware, Technology Contribution Coefficient (TCC), teknometrik

  1. S1-FTK-2012-Roria_Angelina_Pakpahan-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2012-Roria_Angelina_Pakpahan-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2012-Roria_Angelina_Pakpahan-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2012-Roria_Angelina_Pakpahan-titlet.pdf