Laporkan Masalah

Evaluasi Akurasi Pengukuran Debit Pada Bangunan Ukur Crump Weir Akibat Gangguan Vegetasi di Saluran Irigasi

Aprillianti Liebardo Putri, Dr. Ir. Murtiningrum, S.T.P., M.Eng., IPM., ASEAN Eng. ; Hanggar Ganara Mawandha, S.T., M.Eng., Ph.D.

2025 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Crump weir merupakan bangunan ukur yang digunakan untuk mengukur debit di saluran terbuka pada jaringan irigasi berdasarkan tinggi muka air di hulu bangunan. Namun, keberadaan vegetasi di hilir bangunan dapat mempengaruhi kondisi aliran sehingga berdampak pada akurasi pengukuran debit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh vegetasi terhadap akurasi pengukuran debit menggunakan crump weir serta menentukan batas toleransi maksimal vegetasi untuk meminimalkan gangguan pengukuran. Penelitian dilakukan dengan flume di laboratorium dengan menggunakan model crump weir tipe trapezoidal dengan sudut sisi 1:2, tinggi mercu 50 mm, dan dipasang pada saluran terbuka selebar 80 mm menggunakan perangkat multipurpose teaching flume C4-MKII buatan Armfield pada dua variasi kemiringan saluran (0,5?n 1%), serta variasi panjang, dan jarak vegetasi dengan bangunan ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan vegetasi mempengaruhi akurasi pengukuran debit. Seluruh percobaan dengan vegetasi menunjukkan pengurangan akurasi. Kemiringan saluran sebesar 1% mampu mereduksi pengaruh vegetasi secara lebih efektif dibandingkan kemiringan 0,5%, sehingga memberikan hasil pengukuran yang lebih akurat. Ralat pengukuran meningkat seiring dengan peningkatan debit aliran. Berdasarkan hasil analisis, direkomendasikan agar vegetasi yang tumbuh di hilir Crump weir dibatasi maksimal sepanjang 8 cm dengan lebar setara lebar saluran (8 cm), sehingga rasio panjang dan lebar vegetasi adalah 1:1. Konfigurasi tersebut mampu menjaga nilai ralat pengukuran debit tetap di bawah ambang batas 5%. Temuan ini dapat dijadikan acuan teknis dalam pemeliharaan saluran irigasi untuk memastikan pengukuran debit tetap andal dan akurat.

Crump weir is a measuring structure used to determine discharge in open channels within irrigation networks based on the upstream water level. However, the presence of vegetation downstream of the structure can affect flow conditions and subsequently impact the accuracy of discharge measurements. This study aims to analyze the effect of vegetation on the accuracy of discharge measurements using a crump weir and to determine the maximum tolerable vegetation limits to minimize measurement interference. The research was conducted in a laboratory flume using a trapezoidal-type crump weir with side slopes of 1:2 and a crest height of 50 mm, installed in an open channel 80 mm wide, utilizing the Armfield multipurpose teaching flume C4-MKII. Two channel slope variations (0.5% and 1%) and variations in vegetation length and distance from the weir were tested. The results showed that the presence of vegetation affects the accuracy of discharge measurements. All vegetated test conditions demonstrated reduced measurement accuracy. Channel slope of 1% was more effective in mitigating the influence of vegetation compared to a 0.5% slope, resulting in more accurate measurements. Measurement error increased with increasing discharge. Based on the analysis, it is recommended that vegetation growing downstream of the crump weir be limited to a maximum length of 8 cm and a width equal to the channel width (8 cm), resulting in a vegetation aspect ratio of 1:1. This configuration was able to maintain discharge measurement error below the 5% threshold. These findings can serve as technical guidelines for irrigation channel maintenance to ensure reliable and accurate discharge measurements.

Kata Kunci : Crump weir, debit, jaringan irigasi, toleransi, saluran terbuka, pengukuran debit

  1. S1-2025-476917-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476917-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476917-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476917-title.pdf